JPMorgan Ambil Alih Apple Card dari Goldman Sachs Rp335 Triliun

Jakarta, FORTUNE - JPMorgan Chase resmi meneken kesepakatan strategis untuk mengambil alih bisnis kartu kredit Apple Card dari Goldman Sachs. Transaksi ini menjadi tonggak penting yang mengubah lanskap industri keuangan konsumen di Amerika Serikat.
Kedua bank mengumumkan kesepakatan tersebut melalui pernyataan terpisah, setelah menjalani proses negosiasi intensif selama lebih dari satu tahun. Lewat akuisisi ini, JPMorgan kian mengukuhkan posisinya sebagai pemain dominan di bisnis kartu kredit dan perbankan ritel AS. Di sisi lain, Goldman Sachs secara resmi mengakhiri salah satu ekspansi terbesarnya di sektor keuangan konsumen.
Mengutip CNBC, JPMorgan akan mengambil alih portofolio pinjaman Apple Card senilai lebih dari US$20 miliar, setara sekitar Rp335 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.785 per dolar AS. Langkah ini sejalan dengan strategi Goldman Sachs yang mulai menarik diri dari pembiayaan konsumen sejak 2022.
JPMorgan memperkirakan proses pengalihan portofolio akan berlangsung sekitar 24 bulan. Dalam laporan keuangan kuartal IV 2025, bank tersebut akan membukukan provisi sebesar US$2,2 miliar, atau sekitar Rp36,9 triliun, untuk mengantisipasi potensi kerugian kredit selama masa transisi.
Apple menyambut positif kolaborasi baru ini. Jennifer Bailey, eksekutif Apple yang membawahi bisnis pembayaran, menilai JPMorgan sebagai mitra yang memiliki visi sejalan dalam menghadirkan inovasi serta solusi keuangan yang meningkatkan pengalaman pengguna.
Menurut Bailey, kerja sama dengan JPMorgan diharapkan dapat menjaga kualitas layanan Apple Card sekaligus memperluas ekosistem keuangan Apple bersama salah satu institusi perbankan paling berpengaruh di Amerika Serikat.
“Chase memiliki komitmen yang sama dengan kami terhadap inovasi dan penyediaan produk serta layanan yang meningkatkan kehidupan konsumen,” kata Jennifer Bailey, seorang eksekutif Apple yang bertanggung jawab atas pembayaran.
“Kami berharap dapat bekerja sama untuk terus memberikan pengalaman terbaik di kelasnya,” katanya, menambahkan.
Meski terjadi pergantian penerbit, JPMorgan memastikan seluruh manfaat Apple Card tetap berjalan seperti sebelumnya. Skema rewards tidak mengalami perubahan, dan kartu tersebut akan tetap menggunakan jaringan Mastercard, sehingga pengguna tidak akan merasakan perbedaan signifikan dalam waktu dekat.
Bagi Goldman Sachs, pelepasan Apple Card menjadi bagian krusial dari restrukturisasi bisnis di bawah kepemimpinan CEO David Solomon. Goldman sebelumnya masuk ke bisnis kartu kredit pada 2019 dengan ambisi besar setelah memenangkan persaingan ketat untuk menerbitkan Apple Card. Namun, strategi tersebut belakangan dinilai membebani kinerja keuangan bank.
Solomon menyatakan bahwa transaksi ini membantu Goldman memfokuskan kembali sumber daya pada bisnis inti. “Transaksi ini secara substansial melengkapi penyempitan fokus kami di bisnis konsumen,” kata Solomon dalam rilis resmi.
“Kami berharap dapat terus mendukung pelanggan kami selama transisi ke penerbit baru sambil kami fokus pada pengembangan strategi yang telah kami tetapkan untuk bisnis inti kami,” ujarnya.
Goldman juga mengungkapkan bahwa kesepakatan ini diperkirakan akan menambah laba per saham sebesar 46 sen, yang akan tercermin dalam laporan keuangan mendatang.
Sebelum kesepakatan tercapai, JPMorgan disebut sebagai kandidat terakhir yang masih tertarik mengambil alih Apple Card. Sejumlah penerbit besar lain, seperti American Express, Synchrony, dan Barclays, dilaporkan memilih mundur dari proses pembicaraan.
Sumber yang mengetahui transaksi tersebut menyebut JPMorgan memperoleh portofolio Apple Card dengan potongan nilai lebih dari US$1 miliar, atau sekitar Rp16,8 triliun. Meski portofolio ini mencakup proporsi peminjam subprime dan berperingkat kredit lebih rendah dibanding standar JPMorgan, bank tersebut juga berencana memperluas kemitraan dengan Apple.
Ke depan, JPMorgan disebut tengah menjajaki penawaran rekening tabungan Apple sebagai bagian dari paket layanan keuangan terintegrasi. Langkah ini semakin menegaskan peran JPMorgan sebagai mitra utama raksasa teknologi dalam membangun masa depan layanan keuangan digital.


















