Jakarta, FORTUNE – PT Bank OCBC NISP Tbk mengucurkan fasilitas pembiayaan seniai Rp113 miliar kepada PT Investasi Hijau Satu (HIJAU). Pembiayaan ini dialokasikan untuk pengembangan portofolio Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sektor industri, guna mendukung percepatan transisi energi nasional.
Kerja sama ini menandai langkah penting dalam upaya memperluas pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia sekaligus memperkuat struktur pendanaan proyek-proyek berkelanjutan yang tengah digarap perusahaan.
Dengan dukungan pembiayaan tahap pertama ini, HIJAU menargetkan percepatan ekspansi portofolio aset PLTS hingga empat tahun mendatang. Perusahaan menargetkan memperluas pipeline proyek di berbagai sektor industri yang membutuhkan solusi energi bersih, sekaligus mengembangkan lini bisnis baru berupa layanan pendinginan berbasis teknologi yang meningkatkan efisiensi energi.
Manajemen PT Bank OCBC NISP Tbk mengatakan, aksi korporasi ini memperkuat komitmen OCBC untuk terus mendukung pembiayaan proyek yang berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.
“Dengan struktur penilaian risiko yang kuat dan dukungan terhadap praktik pembiayaan berkelanjutan, bank berharap kolaborasi seperti ini dapat mempercepat realisasi ekonomi hijau di Indonesia dan mendorong industri bergerak menuju masa depan berkelanjutan dan rendah karbon,” ujar manajemen OCBC NISP dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1).
OCBC memiliki Kerangka Kerja Pembiayaan yang Bertanggung Jawab yang mengatur prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan untuk menciptakan pertumbuhan yang selaras dengan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Bank secara berkelanjutan terus melakukan eksplorasi atas potensi pembiayaan bagi sektor usaha yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon.
Pembiayaan dapat dimanfaatkan sektor bisnis menengah untuk dapat memulai menerapkan perusahaan lebih ramah lingkungan.
Skema project financing dinilai sesuai dengan karakteristik bisnis energi surya berbasis aset jangka panjang. Per 30 September 2025, Bank telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan (sustainability financing) sebesar Rp34,69 triliun, yang mana 44 persen di antaranya merupakan penyaluran dalam bentuk green financing.
OCBC meyakini bahwa penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) akan membawa dampak positif untuk masa depan. Bank terus berusaha menerapkan prinsip ESG dalam seluruh aspek operasional kami sebagai usaha untuk mencapai Net Zero Emissions.