Jakarta, FORTUNE – Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo terbaru mengungkapkan layanan paylater Kredivo berkontribusi 30 persen terhadap total outstanding PayLater nasional pada Februari 2026.
Sumbangsih tersebut mencerminkan posisi Kredivo Group sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan industri kredit digital di Indonesia.
Studi tersebut juga menunjukkan akses kredit yang dibuka Kredivo melalui layanan paylater dan pinjaman tunai (dari KrediFazz) turut mendorong pemanfaatan kredit yang lebih produktif.
Porsi kredit produktif yang disalurkan melalui Kredivo juga meningkat dari 52,3 persen pada 2019 menjadi 54,3 persen pada 2025. Dana pembiayaan ini mencakup pemenuhan kebutuhan kesehatan, pendidikan, renovasi rumah, dan modal usaha.
Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI, Paksi Walandouw, menjelaskan Kredivo membantu menjembatani kesenjangan akses kredit formal.
Pada 2025, jumlah pengguna yang mendapat akses kredit pertama melalui Kredivo meningkat 10 kali lipat dibandingkan dengan 2019.
Dari temuan tersebut, 48 persen di antaranya perempuan dan 57 persen berusia di bawah 30 , yaitu dua kelompok yang secara historis sulit terjangkau layanan kredit karena minimnya riwayat keuangan.
“Yang terpenting bukan sekadar terbukanya akses, tetapi bagaimana akses tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha. Di situlah dampak sosial dan ekonomi mulai terbentuk," kata Paksi saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/9).
Di tengah kian luas dan mudahnya akses ke kredit digital, pengguna Kredivo juga diklaim menunjukkan perilaku peminjaman yang sehat dan bertanggung jawab.
Rata-rata Debt-to-Income Ratio (tingkat kesehatan rasio utang) berada pada kisaran 10–19 persen dari total pendapatan atau tergolong sangat aman. Sebanyak 58,7 persen pengguna yang teraktivasi dan bertransaksi pada 2023 memperoleh kenaikan limit berkat rekam jejak pembayaran yang disiplin, sementara 65,7 persen pengguna tergolong melek finansial.
Umang Rustagi, Co-Founder & Presiden Direktur Kredivo Indonesia, mengatakan temuan ini menunjukkan kemudahan akses kredit digital tidak membuat rasio pinjaman pengguna keluar dari batas aman, selama diiringi penggunaan yang disiplin dan bertanggung jawab.
“Kredit digital kini menjadi bagian dari infrastruktur keuangan yang membantu masyarakat membangun riwayat kredit, memenuhi kebutuhan produktif, hingga mengembangkan usaha,” kata Umang.
Di luar skala bisnisnya, studi ini juga menunjukkan dampak ekonomi yang dihasilkan Kredivo.
Pada 2025, Kredivo berkontribusi sekitar Rp33 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, meningkat hampir 10 kali lipat dibandingkan dengan 2019.
Di sisi UMKM, 96,9 persen peminjam modal usaha merupakan pelaku usaha mikro dan 34 persen di antaranya mengalami peningkatan omzet 10–40 persen.
