Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ada Perlindungan Untuk Petani Sawit, Asuransi Parametrik Ditargetkan Berlaku 2027
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan
  • Asuransi parametrik bagi petani ditargetkan mulai berjalan pada kuartal I-2027 setelah realisasinya tertunda akibat pergantian kepemimpinan Kementerian Keuangan.

  • Skema ini menyasar risiko bencana alam dan El Nino yang dapat menyebabkan gagal panen serta berpotensi mencakup sejumlah komoditas, termasuk kelapa sawit.

  • Penerapannya menghadapi tantangan berupa persyaratan teknis, dukungan reasuransi, dan kebutuhan data cuaca dari perangkat pemantauan tertentu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
kuartal III-IV ini

Realisasi asuransi parametrik bagi petani semula ditargetkan berjalan pada periode ini, tetapi kemudian tertunda.

Selasa (20/10)

Budi Herawan menyampaikan target dan tantangan penerapan asuransi parametrik dalam acara Literasi Asuransi Untuk Negeri di Jakarta.

kuartal I-2027

Perlindungan finansial bagi petani melalui asuransi parametrik ditargetkan mulai terealisasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Perlindungan finansial bagi petani melalui skema asuransi parametrik ditargetkan mulai terealisasi pada kuartal I-2027.
  • Who?
    Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Kementerian Keuangan, UNDP, perusahaan asuransi, dan perusahaan reasuransi terlibat dalam persiapannya.
  • Where?
    Koordinasi berlangsung dengan Kementerian Keuangan, UNDP, dan sejumlah pihak; pembahasan disampaikan dalam acara di Jakarta.
  • When?
    Target realisasi berada pada kuartal I-2027. Pernyataan disampaikan dalam acara pada Selasa (20/10).
  • Why?
    Skema ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan usaha petani dari bencana alam dan risiko El Nino yang mengakibatkan gagal panen.
  • How?
    Penerapan bergantung pada kesiapan perusahaan asuransi, dukungan reasuransi, persyaratan teknis, dan penyediaan data cuaca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

AAUI ingin membantu petani memakai asuransi parametrik supaya usaha mereka tetap berjalan saat cuaca buruk atau El Nino membuat panen gagal. Budi Herawan bilang program ini mungkin mulai pada kuartal pertama 2027. Programnya masih disiapkan karena perlu dukungan pemerintah, perusahaan asuransi, reasuransi, dan data cuaca.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rencana asuransi parametrik membuka upaya perlindungan finansial bagi petani yang menghadapi bencana alam dan risiko El Nino. Koordinasi AAUI dengan Kementerian Keuangan, UNDP, kementerian perdagangan, perusahaan asuransi, serta reasuransi menunjukkan adanya kerja sama lintas pihak untuk menyiapkan skema yang sesuai dengan karakteristik risiko pertanian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Pengembangan asuransi pertanian berbasis parametrik sebagai solusi perlindungan finansial bagi para petani, termasuk komoditas perkebunan strategis dari risiko gagal iklim dan gagal panen diproyeksikan mulai terealisasi pada kuartal I 2027.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan menjelaskan implementasi tersebut sedikit mundur dari target akibat pergantian kepemimpinan Kementerian Keuangan. Namun, AAUI berkomitmen melanjutkan koordinasi dengan pihak tersebut, dan sejumlah pihak.

"Targetnya seharusnya di kuartal III dan IV ini jalan, tapi karena tertunda, akhirnya mungkin kita canangkan tetap bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, UNDP, di kuartal pertama 2027 bisa jalan," ujar Budi dalam acara Literasi Asuransi Untuk Negeri yang diadakan di Jakarta, Selasa (20/10).

Budi menjelaskan, bahwa asuransi parametrik spesifik menyasar petani untuk menjaga keberlanjutan usaha dari bencana alam maupun risiko El Nino yang mengakibatkan gagal panen.

"Kami juga sudah berdiskusi dengan kementerian perdagangan terhadap beberapa komoditas ekspor yang berhubungan dengan petani langsung, di mana asuransi nanti hadir," kata Budi.

Terkait cakupan perlindungannya, ia mengatakan, skema tersebut berpotensi menjangkau berbagai komoditas, termasuk kelapa sawit. "Rencananya hampir semua," ujar dia.

Namun, tidak semua risiko, dapat ditanggung asuransi parametrik, terutama kebakaran hutan dan lahan.

"Saya belum bisa menjamin apa dicover atau tidak, tapi tentunya ini kan sesuatu yang gradual [bertahap], sudah kejadian-kejadian. Bukan yang unforeseen atau accidental lagi. Sifat dari asuransi kan tadi, harus unforeseen dan accidental. Kalau yanggradual kan susah," jelas Budi.

Selain karakteristik risiko, penerapan asuransi parametrik juga bergantung pada kesiapan perusahaan asuransi dan dukungan reasuransi. Budi menegaskan, tidak semua perusahaan asuransi umum dapat menjalankan skema ini karena terdapat persyaratan teknis yang harus dipenuhi.

Salah satu tantangan terbesar menurutnya adalah penyediaan data cuaca. Pasalnya, sejumlah perusahaan reasuransi luar negeri yang mendukung skema tersebut mensyaratkan penggunaan data dari perangkat pemantauan cuaca mereka sendiri, bukan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article