Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Realisasi KUR Nasional Rp159,8 triliun, BBRI dan BMRI Pacu Sektor Produktif
BRI menyalurkan KUR ke sektor pertanian. (dok. BRI)
  • Penyaluran KUR nasional hingga 12 Juli 2026 mencapai Rp159,8 triliun, setara 54,2% target Rp295 triliun di akhir 2026. KUR menjangkau lebih dari 2,5 juta UMKM termasuk 1,1 juta debitur baru.

  • BRI menyalurkan KUR Rp103,81 triliun hingga Juni 2026, terutama ke pertanian dengan 869.285 debitur dan perdagangan dengan 647.440 debitur.

  • Bank Mandiri menyalurkan Rp21,41 triliun atau 52,21% target tahunan, menjangkau lebih dari 162 ribu UMKM; 63,92% dana mengalir ke sektor produksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Kementerian UMKM melaporkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 12 Juli 2026 telah mencapai Rp159,8 triliun. Capaian ini setara dengan 54,2 persen dari target nasional pada 2026 yang ditetapkan sebesar Rp295 triliun.

Secara akumulatif, penyaluran pembiayaan ini telah menjangkau lebih dari 2,5 juta pelaku usaha UMKM di seluruh Indonesia. Dari total penerima manfaat tersebut, 1,1 juta di antaranya merupakan debitur baru yang berhasil terserap ke dalam sistem keuangan formal.

Perbankan nasional sebagai jalur distribusi utama terus memacu penyaluran KUR ke berbagai sektor produktif. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan porsi penyaluran terbesar, yakni Rp103,81 triliun hingga akhir Juni 2026.

Penyaluran KUR di BRI didominasi oleh sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Sektor pertanian menjadi penyerap terbesar dengan 869.285 debitur atau 42,68 persen dari total penerima KUR di BRI, disusul sektor perdagangan 647.440 debitur (32,34 persen).

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan komitmen perseroan menjaga konsistensi penyaluran KUR pada sektor riil.

“BRI optimistis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," kata Hery melalui keterangan resmi yang dikutip Kamis (30/7).

Kemudian, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan penyaluran KUR Rp21,41 triliun hingga 30 Juni 2026. Angka tersebut merealisasikan 52,21 persen dari target tahunan perseroan sebesar Rp41 triliun, dengan cakupan lebih dari 162.000 pelaku usaha UMKM.

Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, menjelaskan selain memperluas akses pembiayaan, fokus perseroan adalah mendorong penguatan kapabilitas usaha para debitur.

"Kami ingin pelaku UMKM merasakan kemudahan, baik dari sisi akses pembiayaan maupun pendampingan agar usaha mereka naik kelas. Ini juga peran kami sebagai mitra usaha jangka panjang," ujar Saptari.

Dari sisi komposisi, penyaluran KUR Bank Mandiri didominasi oleh sektor produksi sebesar 63,92 persen atau setara Rp13,68 triliun. Sementara itu, sektor non-produksi menyerap 36,08 persen atau Rp7,72 triliun. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan porsi 33,08 persen, diikuti sektor jasa produksi sebesar 21,75 persen.

Perluasan basis nasabah juga menjadi capaian krusial Bank Mandiri pada semester I-2026. Penyaluran KUR kepada debitur baru mencapai 116.000 debitur atau 52,51 persen dari target 220.000 debitur baru sepanjang tahun ini.

Saptari menambahkan, capaian ini menandai akselerasi yang bertumbuh dalam menjangkau pelaku usaha yang sebelumnya belum tersentuh pembiayaan formal, sekaligus memperluas ekonomi produktif di berbagai daerah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article