Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kawasan industri Suryacipta Sedaya milik PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). (Dok. Suryacipta)
  • SSIA membukukan pendapatan konsolidasian Rp4,80 triliun hingga September 2026, tumbuh 44,7 persen secara tahunan.

  • Segmen properti dan perhotelan tumbuh signifikan, sementara pendapatan konstruksi turun akibat perlambatan pengakuan pendapatan.

  • Laba bersih meningkat, tetapi posisi kas menurun karena kebutuhan pendanaan untuk akuisisi dan pengembangan lahan di Subang Smartpolitan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
September 2025

Laba bersih SSIA tercatat Rp6,46 miliar.

Juni 2026

Posisi kas SSIA sebesar Rp1,09 triliun dan utang berbunga sebesar Rp2,27 triliun.

September 2026

Pendapatan konsolidasian SSIA mencapai Rp4,80 triliun. Laba bersih menjadi Rp344,4 miliar, sedangkan posisi kas tercatat Rp928,9 miliar.

Kamis (5/11)

Erlin Budiman menyampaikan keterangan mengenai kinerja EBITDA SSIA dalam keterangan tertulis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    SSIA membukukan pendapatan konsolidasian Rp4,80 triliun hingga September 2026, naik 44,7 persen secara tahunan.
  • Who?
    PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dengan keterangan dari VP of Investor Relations & Sustainability SSIA Erlin Budiman.
  • Where?
    Informasi disampaikan dalam keterangan tertulis; kebutuhan pendanaan terkait akuisisi dan pengembangan lahan di Subang Smartpolitan.
  • When?
    Hingga September 2026, dengan keterangan tertulis yang dikutip Kamis (5/11).
  • Why?
    Pertumbuhan pendapatan terutama berasal dari segmen properti dan perhotelan, sedangkan konstruksi melambat karena perolehan kontrak baru lebih rendah.
  • How?
    Pendapatan properti mencapai Rp1,48 triliun dan perhotelan Rp940,9 miliar; laba bersih naik menjadi Rp344,4 miliar, sementara kas turun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

SSIA mendapat uang lebih banyak sampai September 2026. Pendapatan dari properti dan hotel naik besar, tetapi pendapatan konstruksi turun karena kontrak baru lebih sedikit. Laba bersih juga naik banyak. Kas perusahaan berkurang untuk membeli dan mengembangkan lahan di Subang Smartpolitan. Utang berbunga sedikit turun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kinerja SSIA hingga September 2026 memperlihatkan penguatan pada pendapatan, laba kotor, laba bersih, dan EBITDA. Pertumbuhan segmen properti serta perhotelan menjadi penopang utama, sementara utang berbunga dan rasio gearing tetap tercatat pada tingkat yang lebih rendah atau terukur dibandingkan periode pembanding.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Emiten properti dan kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan pendapatan konsolidasian mencapai Rp4,80 triliun hingga September 2026, melonjak 44,7 persen secara tahunan.

Berdasarkan segmen bisnis, lini properti memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan SSIA sekitar Rp1,48 triliun, melonjak 172,2 persen dibandingkan Rp545 miliar pada September tahun lalu.

Segmen perhotelan juga mencatatkan pertumbuhan signifikan, dengan realisasi pendapatan mencapai Rp940,9 miliar atau meningkat 161,2 persen secara tahunan.

Sementara itu, segmen konstruksi justru mengalami penurunan pendapatan menjadi Rp2,51 triliun dari sebelumnya Rp2,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh perlambatan pengakuan pendapatan akibat perolehan kontrak baru yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

VP of Investor Relations & Sustainability SSIA, Erlin Budiman mengatakan, dengan kinerja tersebut perseroan membukukan pertumbukan profit. Laba kotor menjadi Rp1,58 triliun hingga September 2026, naik 113,9 persen dibandingkan Rp739,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, laba bersih SSIA melonjak menjadi Rp344,4 miliar dari sebelumnya Rp6,46 miliar pada September 2025.

"EBITDA SSIA tetap menunjukkan kinerja yang solid pada 9M26, mencapai Rp951,5 miliar atau setara dengan margin EBITDA sebesar 19,8 persen, dibandingkan Rp256,7 miliar dengan margin EBITDA sebesar 7,7 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya," kata Erlin dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (5/11).

Erlin menyebut posisi kas perseroan mengalami penurunan akibat kebutuhan pendanaan untuk akuisisi lahan dan biaya pengembangan lahan di Subang Smartpolitan. Hingga September 2026, tercatat sebesar Rp928,9 miliar atau turun 15 persen dibandingkan posisi Juni 2026 sebesar Rp1,09 triliun

Sementara itu utang berbunga perseroan tercatat sebesar Rp2,24 triliun, turun 1,2 persen dibandingkan Rp2,27 triliun pada Juni 2026. Sementara itu, rasio utang terhadap ekuitas (gearing ratio) SSIA berada di level 26 persen.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article