FINANCE

80% UMKM RI Masih Catat Keuangan Manual, Pahami Fungsi Digitalisasi

Catatan keuangan digital bisa lebih sistematis dan aman.

80% UMKM RI Masih Catat Keuangan Manual, Pahami Fungsi Digitalisasiilustrasi administrasi keuangan (unsplash.com/ Towfiqu barbhuiya)

by Suheriadi

08 January 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Di era yang perkembangan teknologinya sudah sangat pesat, nyatanya masih banyak pelaku usaha UMKM yang mengelola keuangan bisnis mereka secara tradisional. Menurut riset OCBC Indonesia dalam Business Fitness Index pada tahun 2023, 80 persen pelaku usaha Indonesia masih melakukan Pencatatan Keuangan dan stok usaha mereka secara manual. 

Padahal, Digitalisasi proses pencatatan pada bisnis tidak hanya untuk memudahkan, tapi juga untuk meningkatkan akurasi persediaan dan laporan keuangan yang berdampak pada kredibilitas bisnis jangka panjang. 

Lantas, seberapa efektif pencatatan keuangan secara digital bagi para pelaku UMKM? Beberapa manfaatnya di bawah ini dapat membantu mempercepat pertumbuhan bisnis para UMKM.

Catatan transaksi lebih sistematis

cara mengatur keuangan yang baikilustrasi cara mengatur keuangan yang baik (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Pencatatan transaksi melalui software atau aplikasi digital dapat mempermudah pebisnis dalam mencatat pengeluaran dan pemasukkan yang berlangsung dalam proses bisnis. Melalui sistem digital, data yang tersimpan dapat tersusun menurut format, jenis, dan nominalnya secara lebih rapi dan sistematis. Hal ini tentu mempermudah pelaku usaha ketika sedang melakukan tracing atau mencari riwayat transaksi maupun data keuangan lainnya.  

Selain itu, melakukan pencatatan keuangan secara digital dapat meminimalisir kesalahan saat proses penghitungan nominal transaksi bisnis. Dengan adanya bantuan digitalisasi atau software, proses pencatatan keuangan dibantu oleh sistem teknologi digital yang sudah terbukti keakuratannya.  

Manajemen keuangan lebih mudah dilakukan

evaluasi keuanganilustrasi evaluasi keuangan (pexels.com/Karolina Grabowska)