FINANCE

Antler Kucurkan Pendanaan Rp75 Miliar Untuk 37 Startup Asia Tenggara

Pertumbuhan ekonomi digital global diprediksi $17,5 triliun.

Antler Kucurkan Pendanaan Rp75 Miliar Untuk 37 Startup Asia Tenggarailustrasi startup (unsplash.com/Israel Andrade)

by Suheriadi

30 January 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Perusahaan modal ventura berskala global, Antler mengumumkan putaran investasi pre-seed dengan mengucurkan investasi total senilai $5,1 juta atau setara dengan Rp75 miliar kepada 37 Startup di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. 

Pendanaan ini merupakan transaksi investasi pre-seed tertinggi dalam satu putaran pendanaan di Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan komitmen Antler dalam mendukung generasi entrepreneur digital di kawasan ini.  

“Melalui pendanaan ini, kami berupaya untuk membantu para founder membangun fondasi yang kuat untuk model bisnis berkelanjutan, dan mendorong inovasi jangka panjang dalam ekosistem teknologi global yang lebih luas,” ujar Co-founder dan Managing Partner Asia Antler, Jussi Salovaara melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (30/1). 

Ini 19 sektor incaran pendanaan

Tangan pengusaha menggunakan smartphone untuk mencari informasi dan mengobrol dengan AI atau kecerdasan buatan, Database dengan sistem cerdas, teknologi masa depan, kemajuan teknis, ChatGPT. Shutterstock/Noos Studio.Tangan pengusaha menggunakan smartphone untuk mencari informasi dan mengobrol dengan AI atau kecerdasan buatan, Database dengan sistem cerdas, teknologi masa depan, kemajuan teknis, ChatGPT. Shutterstock/Noos Studio.

Portofolio binaan Antler mencakup 19 sektor yang beragam, mulai dari AI dan SaaS B2B hingga fintech dan healthtech. Investasi ini juga menandai komitmen awal dan jejak Antler di Malaysia, sebagai bagian dari kemitraan strategisnya dengan lembaga Dana Kekayaan Negara Khazanah. 

Jussi Salovaara mengakui bahwa masih banyak startup tahap awal yang potensial di Asia Tenggara. Hal ini membuat Antler tetap konsisten berinvestasi pada pendanaan di tahap awal, terutama pada startup yang bergerak di bidang AI bervertikalisasi (verticalized AI) dan Industri 4.0. Sebagai partner startup tahap awal, Antler secara strategis mampu mengidentifikasi dan mendukung tren teknologi yang sedang berkembang. 

Salah satunya ialah perkembangan AI. AI akan memasuki babak baru di tahun 2024, terutama karena solusi AI akan terus disempurnakan dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik di masing-masing industri. "Kita akan melihat pergeseran bisnis yang lebih besar ke arah verticalized AI, terutama di bidang media, manajemen pelanggan, dan integrasi Large Language Model (LLM)," kata Jussi. 

Ia menyebut, sekitar 34 persen startup di portofolio investasi Antler di putaran ini telah memanfaatkan kekuatan verticalized AI. Seperti ReelBlend, EigenAI, RapidaAI dan lainnya.

Pertumbuhan ekonomi digital global diprediksi capai $17,5 triliun

Pekerjaan Paling Dicari di Indonesia: Digital Marketing Specialist.Shutterstock/mrmohock