FINANCE

Panggil 17 Nasabah, OJK Telusuri Dugaan Hilangnya Dana Nasabah BTN

Jika bersalah, bank wajib ganti dana nasabah yang raib.

Panggil 17 Nasabah, OJK Telusuri Dugaan Hilangnya Dana Nasabah BTNIlustrasi Akad KPR/ Dok. BTN
17 May 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menelusuri persoalan terkait dugaan hilangnya dana nasabah pada Bank BTN yang sempat ramai beberapa hari lalu. 

Regulator keuangan tersebut bahkan telah memanggil sejumlah konsumen yang mengaku sebagai nasabah dan sempat mendatangi kantor BTN pada (30/4) lalu.

“OJK tengah meneliti kasus tersebut dan telah memanggil 17 konsumen terkait untuk dimintai keterangan mengenai hilangnya dana nasabah,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (17/5).

Jika bersalah, bank wajib ganti dana nasabah yang hilang

Ilustrasi Bank/ Shutterstock.Kevin George

Wanita yang akrab dipanggil Kiki itu menyatakan, seluruh pelaku industri jasa keuangan wajib bertanggung jawab jika bersalah dan harus mengganti dana nasabah bila letak kesalahan berasal dari bank. “Bank wajib bertanggung jawab jika terbukti terdapat kesalahan di pihak bank OJK dapat mengenakan sanksi,” kata Kiki.

Namun jika kesalahan ada kelalaian ada pada pihak konsumen, lanjut Kiki, maka dana yang diklaim hilang tidak wajib diganti oleh pihak bank.

Menanggapi pemberitaan yang telah ramai, OJK juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah tertipu dan tergiur dengan tawaran investasi yang menawarkan keuntungan fantastis.

Diketahui, ada salah satu oknum pimpinan cabang BTN yang menyelewengkan dana nasabah dengan atas nama Arie Sudewo W atau inisial ASW. Adapun, modus kejahatan perbankan yang dilakukan diketahui ada sejumlah pemilik dana yang bekerja sama dengan ASW untuk menempatkan dana di bank dengan janji mendapatkan suku bunga sebesar 10 persen setiap bulannya. Suku bunga tersebut tidak pernah ada di perbankan khususnya Bank BTN. Proses pembukaan rekening juga tidak sesuai dengan ketentuan bank.

Tips menghindari investasi bodong:

Ilustrasi : gagal investasi
Shutterstock/Know How

Related Topics