Comscore Tracker
FINANCE

Riset: 65% Konsumen ASEAN Khawatirkan Ketahanan Finansial

33 persen konsumen perkirakan pandemi selesai pada 2023

Riset: 65% Konsumen ASEAN Khawatirkan Ketahanan FinansialPengunjung melihat produk kreatif saat acara Sekati Ing Mall 2021 di Mal Malioboro, Jumat (15/10/2021). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.

by Suheriadi

Jakarta,FORTUNE - Sebagian besar konsumen di kawasan ASEAN masih merasakan kegelisahan terhadap ketahanan finansial akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut merupakan salah satu temuan utama dari survei UOB ASEAN Consumer Sentiment Study. Di mana kajian yang selesai pada Juli 2021 mengikut sertakan 3.500 responden dari lima negara di Asean yang diwawancarai. Termasuk 1.000 dari Singapura dan lebih dari 600 dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam

Tercatat, sekitar 65 persen responden menunjukkan kegelisahan terkait penurunan tabungan dan kekayaan mereka. Selain itu, terdapat juga kegelisahan terkait peningkatan pengeluaran rumah tangga dan pemenuhan komitmen keuangan jangka panjang. 

Jacquelyn Tan, Head of Gro up Personal Financial Services, UOB menyatakan, kesejahteraan finansial berperan penting dalam kesehatan mental individu secara keseluruhan. 

"Sebab, hal tersebut dapat meminimalkan stres dan kecemasan yang mereka alami, terutama di masa yang serba tidak pasti saat ini," tambah Jacquelyn melalui keterangan resminya di Jakarta, Selasa (23/11).
 

Sebanyak 33 persen konsumen perkirakan pandemi selesai di 2023

Di tengah pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, konsumen di ASEAN dinilai telah belajar menghadapi perubahan konstan dalam aturan protokol kesehatan untuk mempersiapkan diri untuk hidup dengan "kenormalan baru". 

Bahkan, sekitar 33 persen responden di kawasan juga memperkirakan, perlu dua tahun atau sekitar tahun 2023 untuk mengendalikan pandemi covid-19. 

"Angka ini meningkat 18 persen dari tahun sebelumnya. 40 persen responden juga percaya bahwa perlu waktu dua tahun atau lebih agar kehidupan kembali seperti sebelum Covid-19," ungkap survei tersebut.

Konsumen telah menyesuaikan finansial dengan pandemi

Kajian tersebut juga menemukan bahwa konsumen di seluruh Asean juga telah menyesuaikan diri dan ketahanan finansialnya dengan kernormalan baru yang timbul karena pandemi. 

Selain itu konsumen jug mempertahankan kebiasaan finansial yang telah mereka terapkan setahun yang lalu.  "Lebih dari setengah responden atau 53 persen menyatakan bahwa mereka tidak mengubah anggaran mereka dalam enam bulan terakhir, dibandingkan dengan tahun 2020 ketika 60 persen konsumen menyesuaikan kembali anggaran mereka dalam menghadapi dampak Covod-19," kutip survei tersebut. 

Konsumen di Singapura lebih aktif berinvestasi

Di Singapura, konsumen mencari peluang untuk memperkuat ketahanan finansial. Mereka lebih optimis akan investasi dan sekitar 38 persen konsumen mengeluarkan dana dalam jumlah lebih banyak untuk investasi dalam enam bulan terakhir dan meningkat delapan persen dibandingkan tahun lalu. 

"Yang terdepan adalah kaum milenial dengan hampir 46 persen menunjukkan bahwa mereka berencana untuk berinvestasi lebih banyak," kutip laporan tersebut. 

Sementara itu, 51 persen responden Singapura yang telah berinvestasi menyatakan bahwa mereka memilih untuk membeli lebih banyak saham dan obligasi. 

"Ketika masyarakat Singapura beradaptasi dengan 'kenormalan baru' dan kembali ke kehidupan mereka seperti sedia kala, penting bagi mereka untuk terus membangun ketahanan finansial mereka dengan menabung dan berinvestasi jangka panjang," tutup Jacquelyn.

Related Articles