Jakarta, FORTUNE - Saham sektor barang mewah di Eropa menurun tajam setelah dua raksasa industri, Hermès dan Kering, melaporkan kinerja kuartal pertama yang berada di bawah ekspektasi pasar. Konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, disebut menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja penjualan.
Indeks saham sektor barang mewah menjadi yang terburuk dalam indeks Stoxx 600 pada perdagangan Rabu (15/4). Saham Hermès anjlok hingga 8,2 persen, sementara Kering ditutup melemah 9,3 persen.
Pelemahan tersebut turut menyeret saham perusahaan merek mewah lain seperti Burberry, Christian Dior, dan Moncler yang juga ditutup di zona merah.
Dilansir dari CNBC International, Hermès melaporkan penjualan sebesar 4,1 miliar euro (sekitar US$4,8 miliar) pada kuartal pertama, tumbuh 5,6 persen secara tahunan. Namun, angka tersebut masih di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 7,1 persen.
Perusahaan menyebut aktivitas bisnis “terdampak signifikan” oleh situasi di Timur Tengah, terutama akibat penurunan penjualan di toko konsesi dan bandara.
“Meski terjadi perlambatan arus wisatawan terkait situasi di Timur Tengah, penjualan di toko grup masih meningkat 7 persen,” tulis Hermès dalam laporannya.
Sementara itu, Kering mencatat pendapatan kuartal pertama sebesar 3,57 miliar euro, turun 6 persen secara tahunan.
Kinerja ini terutama terbebani oleh penurunan penjualan merek andalannya, Gucci, yang turun 8 persen secara organik, lebih dalam dari perkiraan pasar sebesar 6 oersen.
Kering juga mengungkapkan bahwa pendapatan ritel di kawasan Timur Tengah mereka anjlok hingga 11persen pada kuartal pertama, setelah sempat mencatat pertumbuhan pada dua bulan awal tahun.
Kawasan tersebut menyumbang sekitar 5 persen dari total pendapatan ritel perusahaan, dengan 79 toko yang beroperasi di wilayah tersebut.
CEO Kering, Luca de Meo, menyatakan bahwa Gucci tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Ia menegaskan bahwa langkah transformasi tengah dijalankan secara menyeluruh, mencakup aspek pelanggan, distribusi, hingga pengembangan produk.
Namun, analis menilai kinerja ini sebagai “uji realitas” bagi upaya pemulihan perusahaan. Menurut mereka, membangun kembali kinerja bisnis jauh lebih sulit dibandingkan membangun optimisme pasar.
Tekanan terhadap sektor barang mewah juga dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari. Kondisi ini memperburuk volatilitas pasar global, terutama di tengah krisis energi akibat terganggunya jalur distribusi minyak di Selat Hormuz.
Meski kontribusi Timur Tengah terhadap total pendapatan perusahaan mewah relatif kecil, kawasan tersebut sebelumnya menjadi titik terang di tengah perlambatan global. Namun, sejak konflik meningkat, permintaan dilaporkan turun drastis hingga 30–70 persen di beberapa pusat perbelanjaan.
Perusahaan barang mewah lainnya, LVMH, juga menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah berdampak negatif sekitar 1 persen terhadap pertumbuhan organik pada kuartal pertama.
Meski demikian, analis masih melihat adanya sinyal positif dari peningkatan belanja konsumen di Amerika Serikat dan Cina, yang berpotensi menjadi penopang pemulihan sektor ini ke depan.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Kinerja Perusahaan Barang Mewah Ikut Tertekan Akibat Perang Iran

Dok. Instagram @hermes
Topics
Editorial Team
EditorEkarina .
Related Article
Bidik Pasar Men's Luxury Jewelry, MONDIAL Gandeng Nathan Tjoe A On25 Jul 2026, 09:25 WIB
Di Tengah Lesunya Pasar, Produksi Berlian De Beers Naik 88%24 Jul 2026, 17:51 WIB
Nakula Buka 14 Vila Privat di Bali untuk Pasar Pernikahan Mewah23 Jul 2026, 13:29 WIB
Jelajah Rasa Nusantara Bersama William Wongso di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place23 Jul 2026, 10:45 WIB
Porsche Dapat Lampu Hijau untuk Restrukturisasi Besar, 9.000 Orang Terancam PHK23 Jul 2026, 08:54 WIB
Daya Beli Tertekan, Konsumen Makin Selektif Pilih Produk Kecantikan22 Jul 2026, 12:07 WIB
Bukan Cuma Trofi, Juara Piala Dunia Dapat Cincin Mewah dari FIFA20 Jul 2026, 20:38 WIB
Ferrari Rilis 849 Testarossa, Supercar Hybrid Berteknologi Formula 117 Jul 2026, 17:41 WIB
FIFA Jual Potongan Rumput Final Piala Dunia 2026, Harga Mulai Rp8 Juta16 Jul 2026, 18:28 WIB
Perkuat Investasi, KOHLER Bidik Peluang Pasar Luxury Living dan Hospitality16 Jul 2026, 16:20 WIB
Kolaborasi TAG Heuer dan TaylorMade Tingkatkan Performa Golf15 Jul 2026, 17:01 WIB
Spesifikasi dan Harga Wuling Aira, Sudah Bisa Dipesan di RI14 Jul 2026, 15:12 WIB
Heritage Auctions Raup US$1,41 Miliar, Pasar Koleksi Kian Bergairah10 Jul 2026, 13:18 WIB
Schneider Ubah Sakelar Jadi Sentuhan Artistik Hunian Modern08 Jul 2026, 18:55 WIB
Persaingan Berlian Alami vs Lab-Grown, De Beers Pasang Strategi Baru08 Jul 2026, 13:48 WIB
Strategi Urban Icon Membuat Konsumen Betah Lebih Lama di Toko07 Jul 2026, 18:39 WIB
Wisatawan Asing Naik, Pemesanan Hotel RI Diproyeksi Pulih September07 Jul 2026, 18:06 WIB
Meski Pimpin Box Office, Pendapatan Awal Minions Anjlok 62%07 Jul 2026, 16:56 WIB
Jelang 100 Tahun, Optik Tunggal Luncurkan Konsep Gerai Baru03 Jul 2026, 20:21 WIB
Gen Z Makin Rajin Treatment, Teknologi Estetika Ikut Berkembang03 Jul 2026, 19:26 WIB