BEI Implementasi Liquidity Provider Saham, 5 Saham Masuk Kuotasi Awal

Jakarta, FORTUNE - PT Bursa Efek Indonesia mulai mengimplementasi kuotasi penyedia likuiditas (liquidity provider/LP) saham, Senin (20/4). AB pertama yang melaksanakannya adalah Phintraco Sekuritas.
Pada tahap awal, Phintraco Sekuritas memberi kuotasi berbentuk order beli dan jual pada 5 saham, yakni: PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine tbk (WINS).
"Kami berharap langkah ini dapat mendorong peningkatan likuiditas, khususnya pada saham-saham yang memiliki potensi untuk berkembang lebih optimal," kata Direktur PErdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa (AB) BEI, Irvan Susandy dalam keterangannya, Senin.
Dalam implementasi tersebut, keterlibatan AB menjadi krusial. Oleh karena itu, BEI mendorong partisipasi lebih luas dari pelaku pasar agar inisiatif tersebut berjalan optimal. Untuk itu, sejumlah langkah akan BEI lakukan, dari evaluasi secara berkelanjutan hingga memberikan insentif pada program LP saham.
Sebelumnya, BEI telah merevisi sejumlah poin dalam ketentuan LP saham, yang mencakup: kebijakan biaya, penyesuaian parameter efek, kewajiban kuotasi, dan insentif bagi AB LP saham.
Terkait insentif, terdapat 3 opsi bagi AB LP saham. Sementara dari sisi jumlah saham, terdapat 253 efek saham baru dalam lis efek LP saham per 2 Maret 2026. Di antaranya: PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), dan PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL). Kini, terdapat 593 efek saham dalam daftar itu.
Selain peningkatan likuiditas, partisipasi AB sebagai LP saham sendiri merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pembentukan harga (price discovery). Langkah tersebut juga bertujuan memperkuat struktur pasar dan meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di tingkat regional maupun global.

















