Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang menguat pada Rabu (14/1), setelah rebound dan naik 0,72 persen ke level 8.949 pada akhir perdagangan Selasa (13/1).

Kendati demikian, Technial Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, ruang penguatan IHSG terbatas dan selektif, dengan area resisten antara 8.970-9.000 dan support terdekat di 8.860.

"Seiring pasar mencermati pelemahan rupiah di kisaran Rp16.800, eskalasi geopolitik global, serta pergerakan komoditas utama seperti emas dan minyak," kata Reza dalam riset hariannya.

Dari segi sentimen, para pelaku pasar juga menantikan rilis neraca perdagangan Cina dan data penjualan ritel Amerika Serikat (AS), yang berpotensi memengaruhi arah pasar global dalam jangka pendek.

Daftar saham pilihan dari tim BRIDS hari ini, mencakup: MBMA, PGEO, dan MLPL.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal, terjadi penyempitan histogram positif MACD dan stochastic RSI mengalami penurunan ke arah pivot. IHSG diperkirakan masih berkonsolidasi pada kisaran 8.840-9.000, selama tidak ditutup di atas level 9.000.

"Koreksi IHSG masih wajar selama tidak ditutup di bawah level 8.730," kata tim riset Phintraco Sekuritas.

Sejumlah sentimen pun disoroti Phintraco Sekuritas. Pertama, Menko Perekonomian RI memastikan program mandatori campuran Bahan Bakar Nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 40 persen (B40) pada BBM solar direalisasikan pada tahun ini. Di sisi lain, B50 masih dalam kajian lebih lanjut, yang diharapkan akan siap implementasinya pada semester-II 2026.

Penerapan B40 dan B50 ini diharapkan akan mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan berpengaruh positif terhadap pengembangan energi bersih. "Kebijakan ini berpotensi menjadi faktor positif bagi fundamental saham sektor perkebunan CPO.

Dari Tiongkok (14/1), investor akan mencermati data trade balance Desember 2025 yang diperkirakan membukukan surplus US$105 miliar dari US$111,68 miliar pada November 2025.

Sementara dari AS, akan ada pengumuman data indeks PPI Oktober dan November 2025. Selain itu juga akan dirilis data penjualan ritel November 2025 yang diperkirakan tumbuh 0,3 persen (MoM) dari bulan sebelumnya yang stagnan.

Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas hari ini, meliputi: BBNI, BMRI, PGEO, JPFA, dan ISAT.

Editorial Team