BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga, IHSG Diprediksi Koreksi Pullback

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada Rabu (21/1), setelah menguat tipis 0,01 persen pada perdagangan kemarin.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, seara teknikal, terdapat potensi koreksi sehat (healthy pullback) menuju area support di level 9.110, dengan resisten terdekat di kisaran 9.170.
Potensi koreksi itu sejalan dengan tekanan dari nilai tukar rupiah yang melemah, ekspektasi penahanan tingkat suku bunga Bank Indonesia di level 4,75 persen. "Serta dinamika faktor makro global seperti geopolitik dan pergerakan harga komoditas yang masih perlu dicermati khususnya emas sebagai sentimen lanjutan pasar," kata Reza dalam riset hariannya.
Ia pun menyoroti saham-saham berikut ini: ARCI, ADMR, dan KPIG.
Senada dengan BRIDS, Phintraco Sekuritas mengatakan, momentum penguatan IHSG mulai melemah secara teknikal, yang terlihat dari indikator MACD dan indikasi adanya distribusi. Stochastic RSI juga berpotensi mengalami death cross di area overbought.
"Sehingga perlu diwaspadai potensi terjadi pullback akibat profit taking, dengan pergerakan IHSG diperkirakan pada kisaran 9.000-9.150," kata tim riset Phintraco Sekuritas.
Pada perdagangan Selasa (20/1), IHSG sempat mencapai level intraday tertinggi baru di 9.174 dan bergerak fluktuatif. Sektor basic materials membukukan penguatan terbesar, ditopang oleh kenaikan harga emas pada level tertinggi baru karena permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
Sentimen hari ini berasal dari proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional. IMF merevisi naik pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1 persen (YoY) pada 2026, dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,9 persen (YoY).
Lebih lanjut, proyeksi pertumbuhan pada 2027 juga direvisi naik menjadi 5,1 persen (YoY), dari proyeksi sebelumnya 5,0 persen (YoY). Sementara itu, estimasi pertumbuhan ekonomi pada 2025 tetap di level 5 persen (YoY).
IMF menilai perekonomian Indonesia tetap solid berkat dukungan konsumsi domestik, stabilitas makroekonomi, perbaikan iklim investasi, adaptasi sektor swasta dan berlanjutnya pembangunan berbasis teknologi.
IMF juga merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3,3 persen. Pertumbuhan global dinilai tetap tangguh meski dihadapkan pada tekanan kebijakan perdagangan internasional. Namun, IMF tetap mengingatkan adanya risiko ke depan, seperti meningkatnya ketegangan geopolitik dan potensi koreksi ekspektasi di sektor teknologi.
Daftar saham pilihan Phintraco Sekuritas hari ini, mencakup: MDKA, BRMS, ARCI, MAPI, dan ADMR.












