Jakarta, FORTUNE - PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menutup akhir 2025 dengan membukukan laba bersih senilai Rp1,0 triliun. Angka ini meningkat 25,7 persen secara tahunan.
Capaian laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan bersih perseroan senilai Rp2,54 triliun atau tumbuh 40,1 persen. EBITDA tercatat Rp1,55 triliun dengan margin 61 persen. Adapun, total aset perusahaan naik menjadi Rp6,65 triliun, dengan ekuitas mencapai Rp4,00 triliun.
Indri Koesindrijastoeti, Direktur Corporate Affairs merangkap Sekretaris Perusahaan DCII mengatakan, capaian kinerja keuangan tersebut sejalan dengan pengembangan portfolio yang direalisasikan perusahaan. Pada tahun lalu, pusat data JK6 yang berlokasi di Kampus H1 Cibitung dengan kapasitas 36 MW resmi beroperasi penuh.
DCII juga merampungkan pembangunan E2 Data Center di Surabaya dengan kapasitas IT sebesar 9 MW, yang mulai beroperasi secara komersial pada kuartal I 2026. Kehadiran fasilitas ini memperluas jangkauan geografis platform pusat data DCII, yang kini tersebar di empat lokasi utama: Cibitung (H1), Karawang (H2), Jakarta (E1), dan Surabaya (E2). Ekspansi tersebut sekaligus memperkuat jaringan konektivitas digital nasional, khususnya untuk kawasan Indonesia timur.
"Penambahan kapasitas di Surabaya ini merupakan langkah awal ekspansi perseroan untuk terus memperluas platform pusat data di Indonesia kedepannya," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (31/3).
Menurut Indri, pengembangan tersebut sejalan juga dengan percepatan transformasi digital nasional yakni pemerataan infrastruktur pusat data. Surabaya pun dinilai memiliki posisi strategis sebagai simpul konektivitas untuk wilayah timur Indonesia. Karena itu, pengembangan E2 Data Center tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga menghadirkan redundansi terhadap Jakarta serta mendukung kebutuhan trafik dengan latensi rendah.
DCI berkomitmen terus meningkatkan kapasitas di Surabaya seiring pertumbuhan permintaan pasar. Pada tahun ini, perseroan juga akan melanjutkan pengembangan platform DCI dengan fokus pada ekspansi kapasitas dengan time-to-market yang cepat dan konsisten menjaga keandalan operasional.
Seluruh infrastruktur yang dibangun dirancang untuk menjawab kebutuhan masa depan, mulai dari beban kerja kecerdasan buatan (AI), komputasi berdensitas tinggi, hingga otomasi berbasis data. Hal ini sejalan dengan meningkatnya adopsi layanan cloud dan teknologi artificial intelligence di Indonesia
"DCII akan terus mengembangkan infrastruktur pusat data berstandar global untuk mendukung kebutuhan AI, cloud, serta komputasi berdensitas tinggi di Indonesia," ungkapnya.
