Eastspring Investments Target AUM 2026 Naik 10%, Ini Strateginya

Jakarta, FORTUNE - PT Eastspring Investments Indonesia membidik kenaikan total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sekitar 10 persen pada 2026. Untuk meraih target itu, perusahaan menyiapkan sejumlah strategi.
Eastspring mencatatkan total dana kelolaan senilai Rp72,9 triliun pada 2025, bertumbuh 23 persen (YoY) dari Rp59,4 triliun pada 2024. Jika mengacu pada data AUM 2025, maka estimasi pertumbuhan AUM yang diincar perusahaan adalah Rp7,29 triliun pada tahun ini.
Namun, angka final target pertumbuhan AUM itu masih akan bergantung pada kondisi pasar. "Karena dana kelolaan bukan hanya dari nilai subscription, melainkan juga nilai pergerakan harga pasar," kata Tari kepada pers di Jakarta, Rabu (21/1).
Nantinya, untuk meraih target tersebut, Eastspring Investments Indonesia akan merilis produk baru. Kendati enggan memperinci jumlah produk baru pada 2026, Tari mengungkap, perusahaan akan berfokus pada reksa dana pendapatan tetap (RDPT) dan reksa dana campuran atau multiaset. Sebab, berkaca pada 2025, RDPT (melalui Reksa Dana IDR High Grade) berkontribusi signifikan terhadap jumlah dana kelolaan, yakni Rp10 triliun.
"Multiaset kami juga ada yang di dalam negeri ataupun di luar negeri. Kami mengantisipasi ekonomi Indonesia," ujar Tari.
Lebih lanjut, contoh dari produk RDPT perusahaan adalah Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A. Sejak peluncuran pada Juli 2025, produk tersebut sudah menghimpun dana kelolaan senilai Rp14,84 miliar. Di dalam produk itu, terdapat sejumlah jenis aset, termasuk saham berbasis syariah dan SBSN.
Selaras dengan itu, manajer investasi yang terafiliasi Grup Prudential itu juga menargetkan pertumbuhan nasabah. "Kalau [secara] keseluruhan, [target pertumbuhan nasabah kami] antara 3-5 persen," kata Tari.
Dalam kesempatan yang sama, Eastspring mengumumkan kolaborasi dengan WWF Indonesia dalam program Eastspring Peduli Sumatra. Eastspring Investments Indonesia sendiri memiliki sekitar 5.000-10.000 nasabah di Sumatra, sehingga itu menjadi salah satu pertimbangan pelaksanaan program tersebut.
Lewat program itu, setiap investasi pada subscription reksa dana Eastspring periode Februari-Maret 2026 akan disisihkan untuk membantu pemulihan pascabencana di Sumatra.
Sebagai konteks, penyaluran dananya termasuk untuk revitalisasi jembatan dan pembersihan lokasi sekolah, serta restorasi ekosistem dan bantuan kepada komunitas terdampak.
"Kami akan mendistribusikan sebagian dari pendapatan perusahaan untuk didonasikan kepada WWF Indonesia," kata Tari. Sayangnya, perusahaan enggan memperinci berapa besar sebagian pendapatan yang akan dialokasikan ke program tersebut. "Karena ini pilot project. Kami berharap hasilnya baik ya. Saya percaya niat baik, hasil baik, begitu."
WWF Indonesia sendiri telah menyaurkan sekitar 150 ton bantuan logistik ke sekitar 50 desa. Itu mencakup kebutuhan dasar, penerangan, dan dukungan komunikasi.
"Melalui program ini, kami berharap dapat terus mendukung masyarakt Aceh dalam proses pemulihan terutama di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireun," kata Direktur Partnership WWF Indonesia, Rusyda Deli.











