Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IHSG Diperkirakan Melemah Lagi Karena Laju Masih Terbatas
IHSG saat menembus level 9.000, Rabu (14/1).

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan koreksi pada Rabu (1/4), setelah ditutup melemah 0,61 persen di level 7.048 kemarin.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, memperkirakan, laju IHSG masih akan terbatas dengan kecenderungan melemah. Ia memproyeksikan IHSG bergerak di antara area support 6.950 hingga 7.000 dan resisten antara 7.100 hingga 7.140.

"Pasar akan terus mencermati arah kebijakan pemerintah ke depan, terutama dalam merespons kenaikan harga minyak mentah," kata Reza dalam risetnya.

Dari sisi sentimen, walaupun pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM pada April, kebijakan itu berpotensi meningkatkan beban subsidi dan memperlebar risiko defisit APBN, sehingga masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Selain itu, BEI juga telah menetapkan aturan baru terkait kenaikan batas minimum free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen, yang berlaku efektif sejak 31 Maret 2026.

Di tengah sentimen itu, Reza menyoroti saham-saham berikut ini: MBMA, AMRT, dan FORE.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas justru memperkirakan IHSG rebound karena sentimen positif dari ekspektasi akan de-eskalasi di Timur Tengah. IHSG diproyeksikan akan menguji level resisten di 7.100-7.200.

Investor juga menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis Rabu (1/4), yaitu indeks Manufacturing PMI bulan Maret diperkirakan melambat menjadi 51,2 dari 53,8, yang kemungkinan karena adanya hari libur hari raya keagamaan. Neraca perdagangan periode Februari diperkirakan membukukan surplus sebesar US$1.2 miliar, meningkat dari US$0,9 miliar di Januari 2026. Sedangkan inflasi Maret diperkirakan menjadi 0,3 persen (MoM) dan 4,9 persen (YoY) dari 0,68 persen (MoM) dan 4,76 persen (YoY) pada Februari 2026. 

Sentimen lainnya adalah langkah pemerintah yang mengumumkan pelaksanaan WFH bagi ASN di instansi pemerintahan pusat dan daerah tiap hari Jumat yang berlaku mulai 1 April 2026. Kebijakan itu akan ditinjau dalam dua bulan ke depan. Pemerintah juga mempercepat penerapan B50 untuk meningkatkan kemandirian energi. Selain itu adanya kebijakan efisiensi anggaran di kementerian/lembaga dengan potensi efisiensi mencapai Rp121 triliun hingga Rp130 triliun. 

Daftar saham pilihan Phintraco Sekuritas hari ini, meliputi: GJTL, EXCL, BKSL, AMRT, dan INCO.

Editorial Team