Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

IHSG Ditutup Melemah 0,40% Setelah Cetak Rekor Baru di Level 7.000

IHSG Ditutup Melemah 0,40% Setelah Cetak Rekor Baru di Level 7.000
Karyawan melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/10/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  terkoreksi 0,40 persen ke level 6.964,38, pada sesi terakhir perdagangan hari ini, Kamis (17/3). IHSG sempat menyentuh rekor tertinggi pada perdagangan hari ini di level 7.032. 

IHSG ditutup melemah meskipun bursa saham secara global menguat. Pergerakan ini merespon suku bunga Bank Indonesia yang ditetapkan di level 3,50 persen.

"Di sisi lain, pelemahan harga komoditas menekan pergerakan," kata Analis Artha Sekuritas, Dennies Christopher Jordan dalam risetnya. 

Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5 persen, usai menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu hingga Kamis, 16-17 Maret 2022.

Padahal, pagi ini indeks acuan saham itu sempat menembus level 7.000 sesuai perkiraan analis. Hal itu menunjukkan optimisme pasar di tengah keputusan The Fed di malam sebelumnya serta didukung  kabar pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus memaparkan dua faktor utama yang rentan menekan laju IHSG hari ini.

Pertama, aksi profit taking. Kedua, respons BI terkait keputusan The Fed meningkatkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps.

Nico memprediksi Bank Indonesia masih menunggu The Fed menaikkan suku bunga acuan yang kedua kali tahun ini. Seperti yang diberitakan sebelumnya, The Fed diestimasikan akan mengerek suku bunga acuannya sebanyak 6 kali, dengan target akhir 1,9 persen.

Proyeksi IHSG menembus di atas 7.000 tahun ini

Meski terkoreksi dan mencatatkan tren penurunan hari ini, analis masih meyakini IHSG bisa menembus 7.400 sampai akhir tahun ini.

Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova bahkan menargetkan IHSG bisa menyentuh 7.470.

Ia mengatakan, faktor pengendalian inflasi lewat kebijakan suku bunga—khususnya The Fed—menjadi acuan yang terus dipantau oleh investor atau pelaku pasar.

“Dengan pemulihan perekonomian, maka target tersebut sangat mungkin dicapai,” katanya kepada Fortune Indonesia melalui pesan singkat.

Mandiri Sekuritas juga optimis IHSG masih bisa menguat hingga melampaui 7.400 pada penghujung tahun ini. Pemulihan ekonomi nasional serta peningkatan konsumsi di pasar dalam negeri disisnyalir menjadi penyokong indeks hari ini.

Ditambah dengan meningkatnya ekspektasi pertumbuhan pendapatan dan laba emiten sejak paruh kedua 2021. Membaiknya kepercayaan konsumen juga akan mendukung laju indeks di tahun ini. Apalagi kasus Covid-19 Omicron relatif lebih terkendali ketimbang Delta pada 2021.

“Kami cukup yakin, earnings growth yang kami proyeksikan masih dapat dicapai tahun ini,” ujar Head of Equity Research and Strategy Mandiri Sekuritas, Adrian Joezer beberapa waktu lalu.

Sedangkan Pilarmas Investindo Sekuritas optimistis IHSG menembus 7.380 pada tahun ini. Meskipun kondisi geopolitik dan kenaikan harga minyak masih membayangi.

“Tentu ini menjadi salah satu perhatian bagi kita, apakah kita bisa tetap kuat ditengah ketidakpastian tersebut? Meskipun kami meyakini, sejauh ini fundamental ekonomi Indonesia akan memberikan topangan yang cukup kuat ketika pasar nantinya mengalami koreksi,” pungkas Nico. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Ekarina .
Tanayastri Dini
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More

CLEO Akuisisi Gudang dan Fasilitas Produksi RISE Rp54,36 Miliar

26 Mei 2026, 17:00 WIBMarket