Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,40 persen ke level 6.964,38, pada sesi terakhir perdagangan hari ini, Kamis (17/3). IHSG sempat menyentuh rekor tertinggi pada perdagangan hari ini di level 7.032.
IHSG ditutup melemah meskipun bursa saham secara global menguat. Pergerakan ini merespon suku bunga Bank Indonesia yang ditetapkan di level 3,50 persen.
"Di sisi lain, pelemahan harga komoditas menekan pergerakan," kata Analis Artha Sekuritas, Dennies Christopher Jordan dalam risetnya.
Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5 persen, usai menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu hingga Kamis, 16-17 Maret 2022.
Padahal, pagi ini indeks acuan saham itu sempat menembus level 7.000 sesuai perkiraan analis. Hal itu menunjukkan optimisme pasar di tengah keputusan The Fed di malam sebelumnya serta didukung kabar pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus memaparkan dua faktor utama yang rentan menekan laju IHSG hari ini.
Pertama, aksi profit taking. Kedua, respons BI terkait keputusan The Fed meningkatkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps.
Nico memprediksi Bank Indonesia masih menunggu The Fed menaikkan suku bunga acuan yang kedua kali tahun ini. Seperti yang diberitakan sebelumnya, The Fed diestimasikan akan mengerek suku bunga acuannya sebanyak 6 kali, dengan target akhir 1,9 persen.
