IHSG Sentuh ATH, Analis Proyeksi Penguatan Masih Berlanjut

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali menguat pada Selasa (6/1), setelah ditutup menguat 1,27 persen ke level tertinggi baru, 8.859,19.
Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal, indikator MACD membentuk golden cross seiring dengan penguatan stochastic RSI di area pivot. Hal tersebut juga ditopang oleh kenaikan volume beli.
"Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menguji level 8.900, sebelum menuju level psikologis 9.000," jelas tim riset Phintraco Sekuritas, Selasa.
Daftar saham yang Phintraco Sekuritas soroti pada perdagangan hari ini, meliputi: EXCL, TLKM, ASII, TINS, dan DOID.
Secara sentimen, serangan AS terhadap Venezuela tidak terlalu direspon negatif oleh pasar, namun mendorong kenaikan harga mayoritas komoditas logam.
Sementara itu saham-saham sektor asuransi menguat di tengah sentimen batas pemenuhan ketentuan modal minimum perusahaan asuransi tahap I yang akan mulai diberlakukan 31 Desember 2026, sesuai POJK Nomor 23 Tahun 2023.
Mayoritas indeks di bursa Asia ditutup menguat pada Senin (5/1). Namun, rupiah ditutup melemah pada level Rp16.740 per dolar AS di pasar spot, seiring dengan mayoritas mata uang di Asia yang cenderung melemah.
Dari domestik, dirilis data inflasi dan neraca perdagangan (5/1). Inflasi Indonesia tercatat sebesar 2,92 persen (YoY) pada Desember 2025, naik dari 2,72 persen (YoY) pada November 2025.
Laju inflasi pada Desember 2025 merupakan level tertinggi sejak April 2024, namun masih dalam kisaran target BI di 1,5 persen-3,5 persen. Di lain sisi, surplus neraca perdagangan pada November 2025 berkurang menjadi US$2,66 miliar dari US$4,34 miliar pada November 2024, karena turunnya ekspor sebesar 6,6 persen (YoY) dan impor naik 0,46 persen (YoY).
Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG hari ini menguat terbatas dengan support dan resisten di antara 8.730-8.920.
Salah satu sentimen yang Pilarmas soroti hari ini adalah kenaikan harga emas di tengah tensi geopolitik yang memanas akibat tindakan AS terhadap Venezuela. Karena itulah, tim Pilarmas Investindo mulai memperhatikan saham-saham emiten emas. Dus, saham-saham pilihan mereka hari ini adalah MDKA, BBYB, dan COIN.
"Kami meyakini sentimen tersebut [geopolitik] dapat diredam sepenuhnya apabila fundamental ekonomi Indonesia kuat, dan itu yang tengah terjadi saat ini," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.











