Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Indonet (EDGE) Raih Restu Delisting, Ini Estimasi Jadwal Tender Offer
RUPSLB PT Indointernet Tbk (EDGE), Rabu (22/4)

Jakarta, FORTUNE - PT Indointernet Tbk (EDGE), atau Indonet, telah mengantongi restu pemegang saham untuk melakukan delisting saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI) secara sukarela, sesuai hasil RUPSLB perseroan pada Rabu (22/4).

Chief Executive Officer Indonet, Donauly Situmorang, mengatakan, minggu depan, Digital Edge (Hong Kong) Ltd. (DE), selaku pengendali dan pemegang saham mayoritas perseroan, akan merilis pernyataan terkait perlakuan dari voluntary tender offer (VTO) sebagai tahapan delisting.

"Kemudian nanti pasti tergantung dengan komunikasi kami dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kami baru boleh akan melakukan tender offer," kata Dona dalam paparan publik EDGE, Rabu.

Periode tender offer pertama diharapkan dapat dimulai pada pekan ketiga Mei 2026 dan akan berlangsung selama 30 hari. Jika hasilnya belum sesuai ekspektasi, maka akan dilanjutkan dengan VTO periode selanjutnya.

Namun, waktu pelaksanaan VTO itu masih bersifat tentatif. "Perkiraannya di akhir April atau awal Mai kami akan mengumumkan hal-hal yang lebih detail terkait pelaksanaan tender offer tersebut," katanya.

Sebelumnya, lewat keterbukaan informasi, EDGE mengumumkan, VTO akan dilakukan oleh Digital Edge (Hong Kong) Ltd., dengan jumlah maksimal 159,59 juta saham atau 7,9 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan. DE akan menggunakan sumber dana internal untuk melaksanakan VTO.

Harga penawaran tender offer EDGE adalah Rp11.500, lebih tinggi 141,2 persen dari harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di BEI dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPS terkait rencana delisting, yakni Rp4.768 per saham.

Perseroan mengajukan rencana privatisasi dengan alasan sebagai berikut:

  • Perseroan tergabung dalam ekosistem grup DE dan terdapat perubahan strategi bisnis dalam grup perusahaan meliputi penguatan integrasi operasional dan pengembangan platform pusat data secara regional, optimalisasi struktur permodal, serta peningkatan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan strategis di tingkat grup.

  • Ingin lebih fokus pada pengelolaan portofolio investasi dan aset tanpa tekanan volatilitas harga saham atau publik.

  • Perseroan bermaksud lebih memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan kegiatan usaha.

  • Saham perseroan tidak aktif diperdagangkan di BEI dengan frekuensi dan volume perdagangan saham yang terbatas dalam periode tertentu.

Editorial Team