- Faktor eksternal
Ini Faktor yang Mempengaruhi IHSG, Sampai Lajunya Fluktuatif

Jakarta, FORTUNE – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju variatif sepanjang Rabu (8/2), lalu ditutup naik tipis (0,07 persen) di level 6.940. Apa saja faktor yang mempengaruhi IHSG hari ini?
Menurut Indo Premier Sekuritas, penguatan IHSG ditopang oleh sentimen positif dari kinerja keuangan emiten yang solid. Ditambah dengan penguatan indeks di bursa Wall Street berkat pernyataan Jerome Powel ihwal dimulainya penurunan inflasi.
Adapun, sektor penggerak utama indeks acuan saham hari ini adalah transportasi logistik dan sektor barang konsumen primer, yang masing-masing naik 1,03 persen dan 0,74 persen.
Pada pagi hari tadi, IHSG dibuka naik pada level 6.933,81. Level tertingginya hari ini adalah 6.961,92. Â Kendati demikian, sempat ada sentimen negatif berupa koreksi saham teknologi. Sehingga IHSG sempat memerah menjelang perdagangan sesi I sampai dengan sekitar pukul 14.45 WIB, sebelum akhirnya kembali menghijau di penghujung perdagangan hari ini.
Faktor yang mempengaruhi IHSG sehingga bergerak dinamis dan fluktuatif
Setiap jam perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dan dinamis mengikuti perkembangan pasar. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi lajunya, baik itu dari pasar dalam negeri maupun luar negeri. Lantas, apa saja hal-hal yang dapat berdampak terhadap pergerakan IHSG?
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada beberapa faktor eksternl yang berdampak langsung terhadap pergerakan IHSG dan saham di pasar modal. Apa saja itu?
Kondisi fundamental ekonomi makro. Sebut saja seperti naik-turunnya suku bunga The Fed, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), nilai ekspor dan impor yang berdampak pada nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, serta tingkat pengangguran yang tinggi akibat faktor politik ataupun keamanan. Lebih lanjut, tingkat suku bunga perbankan pun berdampak pada laju saham dan indeks, khususnya sektor yang berkaitan dengannya.
Kemudian, kebijakan pemerintah pun termasuk faktor eksternal, karena itu dapat memengaruhi pergerakan harga saham di setiap sektor yang ada di pasar modal. Contohnya, kebijakan ekspor-impor, kebijakan utang, kebijakan penanaman modal asing, dan sebagainya.
Ada pula faktor kepanikan yang bisa timbul akibat berita-berita tertentu, yang dapat mendorong investor mendadak beramai-ramai menjual atau membeli saham. Dus, itu akan berdampak pada permintaan dan penawaran saham, yang nantinya berdampak pada laju IHSG.
Tak lupa, ada faktor manipulasi pasar. Umumnya ini dilakukan oleh investor bermodal besar dan berpengalaman. Meski berdampak, biasanya ini tak akan bertahan lama. Karena fundamental perusahaan lebih penting dari rumor-rumor di pasar.
- Faktor internal
Dari segi internal, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh kondisi fundamental perusahaan. Itu meliputi pendapatan, laba, dan kinerja keuangan perusahaan secara menyeluruh. Ada pula aksi korporasi para emiten, serta prospek kinerja perusahaan di masa depan.
“Di antara beberapa faktor, yang paling jadi sorotan adalah tingkat dividen tunai, tingkat rasio utang, rasio nilai buku, earnings per share (EPS), dan tingkat laba suatu perusahaan,” kata OJK dalam situs webnya, dilansir Rabu.
Begitulah faktor-faktor yang mempengaruhi IHSG sehingga bergerak fluktuatif. Selalu perhatikan hal-hal tersebut jika ingin mengoptimalkan investasi saham Anda, ya!


















