Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Laju IHSG Masih Terbatas di Tengah Sentimen Geopolitik-Domestik
Proyeksi pergerakan IHSG. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, FORTUNE - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih terbatas pada Selasa (7/4).

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memperkirakan, IHSG akan melaju di antara support 6.900 dan 6.950 serta resisten di antara 7.050 dan 7.100. Saham-saham yang masuk dalam pantauannya hari ini, yakni: TAPG, TINS, dan RATU.

"Ke depan, arah pasar masih dipengaruhi perkembangan konflik Timur Tengah dan arus dana asing yang cenderung keluar, khususnya dari sektor perbankan," kata Reza dalam riset hariannya.

Kemarin, IHSG ditutup melemah 0,53 persen ke 6.989, kembali ke bawah level psikologis di 7.000. Tekanan jual asing juga masih terjadi, dengan net foreign sell senilai Rp611 miliar. Tekanan utama masih berasal dari sentimen global, khususnya eskalasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, ketidakpastian gencatan senjata, serta risiko gangguan pasokan energi dari Selat Hormuz.

Dari pasar domestik, rilis daftar High Shareholding Concentration (HSC) Bursa Efek Indonesia (BEI) turut menekan, terutama pada saham seperti BREN dan DSSA.

Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menambahkan, harga minyak mentah yang bertahan di level harga tinggi berpotensi meningkatkan beban subsidi energi yang dapat memperlebar defisit APBN. Depresiasi rupiah juga berpotensi meningkatkan kenaikan inflasi dari barang-barang impor.

Sementara itu, pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun ini. Hal itu didasarkan pada perhitungan ketahanan APBN yang diproyeksikan masih mampu menanggung beban subsidi hingga harga minyak mentah rata-rata US$100/barel hingga akhir 2026. 

Sebagai konsekuensi dari kebijakan ini, pemerintah menghadapi tantangan fiskal di mana setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar US$ 1/barel akan berimplikasi pada tambahan kebutuhan subsidi mencapai Rp6,8 triliun.

Untuk menjaga defisit APBN tetap terkendali di level 2,92 persen tanpa menghabiskan Sisa Anggaran Lebih (SAL), Kementerian Keuangan berencana melakukan pemangkasan anggaran pada pos-pos pengeluaran kementerian dan lembaga yang dinilai kurang efisien. "Saat ini tersedia dana SAL mencapai Rp420 triliun, yang mencakup Rp200 triliun penempatan di perbankan, sebagai cadangan darurat," kata tim riset Phintraco Sekuritas.

IHSG diperkirakan bergerak sideways pada kisaran 6.900-7.100. Daftar saham pilihan Phintraco Sekuritas hari ini: RAJA, RATU, DOOH, PSAB, dan HRTA.

Editorial Team