Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Pelaku Pasar Masih Wait and See, IHSG Diproyeksikan Melemah
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan terkoreksi pada Rabu (25/3), setelah libur panjang lebaran.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, IHSG menghadapi tekanan seiring ketidakpastian geopolitik yang belum mereda. Meskipun terdapat wacana gencatan senjata dan penundaan serangan terhadap pusat energi Iran oleh AS selama lima hari, hal tersebut telah dibantah oleh pihak Iran.

"Kondisi risk-off masih dominan, tercermin dari volatilitas harga komoditas seperti emas, minyak, dan gas alam, serta pelemahan bursa saham regional, khususnya di kawasan Asia," kata Reza dalam riset hariannya.

Tim BRIDS pun memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak dalam tekanan dengan kisaran support pada 6.950–7.000 dan resisten pada 7.135–7.200. Daftar saham pilihannya adalah ITMG, PGAS, dan FORE.

Pada akhir perdagangan sebelum libur panjang, IHSG ditutup menguat 1,20 persen ke level 7.106 dengan net foreign buy sebesar Rp155,35 miliar, didorong oleh technical rebound dari area support psikologis 7.000.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan, IHSG berhasil rebound dengan membentuk upward bar. Hal tersebut mengingat bahwa indikator RSI sudah sangat oversold. Dengan demikian, tren penurunan terbatas masih berlaku.

Ia memperkirakan IHSG berpotensi mengalami gap adjustment di awal pekan sebagai respons terhadap akumulasi sentimen global selama periode libur panjang.

Lebih lanjut, menurutnya, sebagian pelaku pasar masih dalam fase libur atau belum kembali ke pasar secara penuh membuat prospek volume atau transaksi perdagangan di BEI masih relatif moderat.

Bahkan pelaku pasar cenderung akan bersikap prudent dan mengamati dinamika geopolitik khususnya di Kawasan Timur Tengah yang berkembang saat ini dan menunggu arah kebijakan pemerintag ata BI pascalibur panjang, serta rilis data ekonomi AS terbaru.

"Namun, adanya window dressing pada akhir Maret dan bargain hunting pada berbagai saham big caps dapat menjadi faktor penahan penurunan bagi IHSG," katanya.

Saham-saham yang ia soroti hari ini meliputi: ANTM, INKP, dan MBMA.

Editorial Team