Jakarta, FORTUNE – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG meraih pendapatan Rp36,38 triliun sepanjang 2022, menurun 0,87 persen (YoY) dari 2021, yakni Rp36,70 triliun.
Dari segi pergerakan saham, SMGR konsisten di zona merah sepanjang perdagangan Senin (13/3). Di akhir perdangan, saham ditutup terkoreksi 2,21 persen ke level Rp6.625, setelah bergerak di rentang Rp6.600 sampai Rp6.750.
Adapun, mengutip laporan keuangan SIG 2022, pendapatan terbesar perseroan berasal dari segmen produksi semen: Rp32,41 triliun. Kendati demikian, itu sedikit lebih rendah dari tahun 2021 yang mencapai Rp33,32 triliun. Lalu, pendapatan segmen produksi non-semen mencapai Rp10,19 triliun, menurun juga dari 2021 yang bernilai Rp10,89 triliun.
Lebih lanjut, pendapatan dari kedua segmen berjumlah Rp42,60 triliun, lalu dikurangi eliminiasi hampir Rp6,23 triliun.
Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan SMGR meningkat 2,88 persen (YoY) menjadi Rp25,70 triliun, dari sebelumnya Rp24,98 triliun. Di sisi lain, beban penjualannya berkurang 10,61 persen (YoY) dari hampir Rp3,30 triliun menjadi Rp2,95 triliun. Beban umum dan administrasinya pun terpangkas tipis dari Rp3,20 triliun, menjadi Rp3,15 triliun. Pun begitu dengan beban keuangan yang menurun menjadi Rp1,80 triliun, dari Rp1,42 triliun.