Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Purbaya Temui Institusi Global Jadi Sentimen, IHSG Diprediksi Menguat
Proyeksi pergerakan IHSG. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat kembali pada Rabu (15/4), setelah ditutup naik 2,34 persen di level 7.676 pada Selasa (14/4).

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, kemarin IHSG naik didorong saham-saham perbankan dengan sentimen mayoritas bursa Asia menguat karena potensi de-eskalasi dan negosiasi lebih lanjut antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

"Di samping itu, pertemuan antara Menteri Keuangan Purbaya dengan beberapa institusi global dengan agenda memastikan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,5 persen pada kuartal-I 2026 dan angka yang lebih tinggi lagi pada kuartal-II 2026," kata Reza dalam risetnya.

Secara teknikal, ia memperkirakan IHSG menguji level resisten psikologis di 7.700 dan support di 7.500. Penguatan diproyeksikan cenderung terbatas dengan risiko taking profit setelah rally beberapa hari terakhir. Saham-saham pilihan tim BRIDS pada perdagangan hari ini, yakni: BUMI, ZATA, dan TOBA.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase bullish sehingga akan menguji zona overbought. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, serta volume mulai meningkat.

Tim negosiasi dari AS dan Iran kemungkinan akan kembali ke Pakistan dalam pekan ini untuk memulai kembali perundingan guna mengakhiri perang. Hal itu merupakan upaya diplomasi yang berlanjut demi menenangkan pasar.

Nafan mencatat, sejauh ini, pasar minyak global pun mengalami koreksi tajam. Sementara harga emas dunia mengalami penguatan karena faktor pelemahan dolar AS berkat katalis perundingan tersebut, sehingga diharapkan dapat meredam pelemahan rupiah. Sedangkan mayoritas bursa di Eropa dan Amerika ditutup menguat.

Berdasarkan sentimen domestik, pertemuan Presiden RI Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 14-15 April 2026 yang berfokus pada penguatan ketahanan energi turut memberikan sentimen positif bagi stabilitas pasokan energi nasional di tengah gejolak global.

"Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan ekonomi RI triwulan I-2026 yang optimis di angka 5,6 persen berdasarkan Trading Economics dan surplus neraca perdagangan yang konsisten dimana terakhir tercatat surplus US$1,28 miliar semestinya bisa menjaga kepercayaan investor asing," kata Nafan dalam risetnya.

Ia memproyeksikan IHSG bergerak di antara support 7.590 dan 7.482 serta resisten antara 7.779 dan 7.847. Saham-saham yang disoroti tim Mirae Asset hari ini adalah BBCA, HRTA, dan TLKM.

Editorial Team