Jakarta, FORTUNE - BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan kenaikan pada Kamis (9/4), setelah ditutup menguat 4,42 persen ke 7.279,2 kemarin.
Technical Analyst BRIDS, Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih berpeluang naik terbatas dengan support di level 7.200 dan resisten di 7.300. Namun, pergerakan itu masih dikategorikan sebagai rebound teknikal di tengah ketidakpastian global.
"Kemarin IHSG menguat didorong sentimen positif global setelah adanya kabar gencatan senjat Amerika Serikat-Iran yang menurunkan tensi geopolitik. Sentimen itu turut mendorong penguatan mayoritas bursa Asia dan Eropa, serta lonjakan pada futures Wall Street," jelas Reza dalam risetnya.
Di sisi lain, harga minyak terkoreksi tajam dnegan WTI turun ke rentang US$95 per barel dan brent ke US$94 per barel.
Dari pasar domestik, cadangan devisa Indonesia tercatat menurun menjadi US$148,2 miliar pada Maret 2026 akibat upaya stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia.
Sentimen lain berasal dari keputusan FTSE Russel untuk mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang sekunder.
Di tengah sentimen-sentimen itu, BRIDS menyoroti saham-saham berikut ini: BUVA, RAJA, dan OASA.
Selain BRIDS, Phintraco Sekuritas juga memperkirakan IHSG melanjutkan penguatan pada Kamis ini. Tim riset Phintraco menilai, secara teknikal, pembentukan histogram positif berlanjut disertai dengan kenaikan volume beli. Stochastic RSI juga mengindikasikan penguatan IHSG berpotensi berlanjut. IHSG telah menembus level MA5 dan MA20.
"Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguji level resisten berikutnya di 7.300-7.350," demikian dikutip dari riset harian Phintraco Sekuritas.
Daftar saham pilihan Phintraco Sekuritas hari ini adalah BBNI, BBCA, UNVR, ISAT, dan ASII.
Phintraco sendiri menggarisbawahi sentimen dari langkah OJK merancang aturan baru rencana bisnis bank untuk mendukung program prioritas pemerintah dan UMKM, menjaga stabilitas keuangan, serta pembangunan nasional. OJK mewajibkan bank menyusun rencana bisnis secara realistis setiap tahun, dengan memperhatikan sejumlah faktor di antaranya faktor eksternal dan internal yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha bank, prinsip kehati-hatian, penerapan manajemen risiko, dan asas perbankan yang sehat.
