Jakarta, FORTUNE - S&P Dow Jones Indices memberi sinyal akan mencatut pasar Indonesia dalam evaluasi atau watchlist 2027. Langkah tersebut membuka potensi reklasifikasi pasar Indonesia dari emerging market ke special measures/frontier market.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan, pihaknya telah mencermati pengumuman tersebut. BEI menyatakan akan menjalin komunikasi dan diskusi konstruktif dengan S&P Dow Jones Indices untuk mendalami kekhawatiran yang disampaikan dan memahami berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam proses evaluasi tersebut.
"Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh pemangku kepentingan, BEI akan terus berupaya untuk menjawab concern yang ada. Bursa berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan transparansi di pasar modal Indonesia demi terselenggaranya pasar modal yang wajar, teratur, dan efisien," kata Jeffrey kepada pers, Rabu (8/7).
Sebagai konteks, S&P Dow Jones Indices akan terus memantau perkembangan terkait transparansi kepemilikan saham di Indonesia. Selain itu, entitas afiliasi S&P itu juga akan meninjau panduan BEI untuk mengatasi problem perihal keterbukaan dan potensi dampaknya terhadap likuiditas pasar.
Selanjutnya, jika berdasarkan tinjauan tersebut keadaan dinilai memburuk, S&P Dow Jones Indices bisa mempertimbangkan untuk menerapkan perlakuan khusus untuk efek Indonesia.
"Berdasarkan metodologi klasifikasi negara S&P DJI, jika masalah ini tetap tidak terselesaikan [dalam] satu tahun kalender sejak tanggal diberlakukannya langkah-langkah khusus, klasifikasi pasar Indonesia akan dinilai pada evaluasi tahunan berikutnya [2027]," demikian dikutip dari pengumuman resmi S&P Dow Jones Indices.
Selain Indonesia, pasar modal Turki juga mendapat peringatan serupa dalam periode yang sama. Sementara itu, pasar modal Nigeria berpeluang direklasifikasi dari standalone ke frontier dalam evaluasi 2027, setelah peninjauan pengembangan pasar.
Di lain sisi ada pasar modal Polandia yang masuk ke daftar evaluasi 2026, yang berpotensi naik kelas dari emerging ke developed market.
