Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Daftar Saham yang Berpotensi Naik setelah Lebaran 2026

Daftar Saham yang Berpotensi Naik setelah Lebaran 2026
ilustrasi saham (unsplash.com/Anne Nygård)
Intinya Sih
  • IHSG naik 2,75 persen ke level 7.302,12 usai libur Idul Fitri 2026, menandai kembalinya aktivitas pasar dan peluang rotasi sektor.

  • Saham konsumsi, perbankan, dan transportasi menjadi kandidat utama terdampak positif.

  • Meskipun tren penguatan terlihat jelas, investor diimbau tetap waspada terhadap volatilitas saham musiman.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE — Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bergulir usai libur panjang Idul Fitri 2026 dengan penguatan signifikan.

Pada Rabu (25/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 2,75 persen ke level 7.302,12 dari pembukaan di 7.084,37. Kenaikan ini menandai kembalinya aktivitas pasar sekaligus membuka peluang rotasi sektor berbasis momentum musiman.

Secara historis, periode setelah Ramadan dan Lebaran kerap menjadi fase penting bagi pelaku pasar. Lonjakan konsumsi, mobilitas, serta transaksi ritel selama bulan puasa hingga Idul Fitri menciptakan katalis jangka pendek bagi sejumlah sektor.

Meski demikian, pola ini tidak selalu konsisten dan tetap dipengaruhi faktor eksternal seperti kondisi global, suku bunga, dan nilai tukar. Berikut daftar saham yang berpotensi naik setelah Lebaran 2026 berdasarkan sektor dan katalis bisnisnya.

Table of Content

1. Ritel dan konsumsi

1. Ritel dan konsumsi

Sektor ritel dan konsumsi menjadi penerima dampak langsung dari belanja Ramadan dan Lebaran. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) mencatat eksposur tinggi terhadap kebutuhan harian masyarakat, terutama saat pencairan tunjangan hari raya (THR).

Selain itu, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) diuntungkan dari tren pembelian perlengkapan rumah tangga pada Lebaran. Sementara PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mendapat dorongan dari peningkatan belanja fesyen. Aktivitas ini biasanya tercermin dalam laporan keuangan kuartal berikutnya, sehingga sahamnya kerap menjadi target akumulasi investor.

2. Konsumer primer dan FMCG

Permintaan makanan dan minuman meningkat selama Ramadan, baik untuk konsumsi harian maupun kebutuhan Lebaran. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) termasuk emiten yang sering mendapat sentimen positif dari peningkatan ini, sehingga termasuk dalam daftar saham yang berpotensi naik setelah Lebaran 2026.

Produk seperti mi instan, biskuit, dan minuman siap saji menjadi bagian dari konsumsi rumah tangga dan hampers Lebaran. Emiten seperti INDF dan UNVR juga masuk dalam radar karena distribusi produk yang luas dan basis konsumen besar.

3. Perbankan

Sektor perbankan menjadi salah satu yang paling diperhatikan pasca Lebaran, terutama karena peningkatan likuiditas dan transaksi. Pada 2026, momentum ini diperkuat oleh periode pembagian dividen.

BBNI memiliki recording date pada 26 Maret 2026, sementara BBCA pada 27 Maret 2026, dengan pembayaran dividen pada awal April. Kombinasi antara arus kas dividen dan aktivitas ekonomi pasca libur menjadi katalis tambahan bagi saham perbankan besar.

4. Telekomunikasi dan digital

Lonjakan trafik data selama mudik dan Lebaran memberikan sentimen positif bagi emiten telekomunikasi. Pada penutupan perdagangan Rabu (25/3), PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) tercatat naik sekitar 8,2 persen setelah periode liburan, mencerminkan ekspektasi kinerja dari peningkatan penggunaan layanan digital.

Aktivitas video call, streaming, dan komunikasi selama Ramadan hingga Lebaran menjadi pendorong utama sektor ini.

5. Transportasi dan infrastruktur

Mobilitas tinggi selama mudik berdampak langsung pada sektor transportasi dan logistik. PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) mendapat keuntungan dari lonjakan volume kendaraan di jalan tol.

Selain itu, emiten seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) juga mencatat sentimen positif dari peningkatan aktivitas distribusi dan permintaan kendaraan. Data pemerintah menunjukkan mobilitas Lebaran 2026 melibatkan lebih dari 143 juta pergerakan orang, mencerminkan skala dampaknya terhadap sektor ini.

Puncak dari fenomena tersebut tercermin pada arus balik tahun ini yang mencatatkan sejarah baru sebagai yang tertinggi sepanjang masa, dengan volume mencapai 256.388 kendaraan.

6. Saham “seasonal” berisiko tinggi

Selain saham berbasis fundamental, terdapat saham yang kerap melonjak signifikan selama periode Ramadan-Lebaran. Beberapa di antaranya bahkan mencatat kenaikan yang cukup signifikan dalam waktu singkat.

Namun, pergerakan saham ini umumnya bersifat spekulatif dan dipengaruhi sentimen jangka pendek, sehingga volatilitasnya lebih tinggi dibanding sektor utama.

Tren positif pada saham seasonal tersebut tercermin dari performa PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) yang menguat 9,73 persen serta PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) yang naik 8,80 persen pada penutupan perdagangan Rabu (25/3).

7. Peternakan dan protein

Sektor peternakan dan protein termasuk dalam daftar saham yang berpotensi naik setelah Lebaran 2026. Konsumsi daging ayam dan produk turunannya meningkat saat Lebaran.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) memiliki eksposur langsung terhadap tren ini. Permintaan dari rumah tangga dan industri makanan menjadi pendorong utama kinerja sektor ini.

Investor tetap perlu mewaspadai "Ramadan Effect"

Meskipun optimisme pasar membumbung seiring penguatan IHSG ke level 7.300-an, investor tetap perlu menyikapi "Ramadan Effect" ini dengan kepala dingin.

Fenomena musiman memang menawarkan peluang rotasi sektor yang menggiurkan, namun keberlanjutan tren ini akan sangat bergantung pada rilis laporan keuangan kuartal pertama dan stabilitas ekonomi makro global.

Demikian daftar saham yang berpotensi naik setelah Lebaran 2026. Adakah yang menarik perhatian Anda?

Sanggahan: Artikel ini tidak bertujuan untuk mengajak pembaca menjual, menahan atau membeli produk dari sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

FAQ seputar saham yang berpotensi naik setelah Lebaran 2026

Sektor apa yang biasanya naik setelah Ramadan?

Sektor konsumsi, ritel, perbankan, serta transportasi dan logistik paling sering mendapat sentimen positif.

Apa itu Ramadan Effect di pasar saham?

Ramadan Effect adalah kecenderungan IHSG menguat selama Ramadan dan berlanjut setelah Lebaran.

Apakah semua saham konsumsi pasti naik setelah Lebaran?

Tidak, pergerakan tetap bergantung pada fundamental emiten dan kondisi pasar global.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Market

See More