Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Standard Chartered Perluas Bisnis, Garap Layanan Pialang Kripto

Logo Standard Chartered (Dok ANTARA)
Logo Standard Chartered (Dok ANTARA)

Jakarta, FORTUNE - Standard Chartered tengah menyiapkan peluncuran layanan pialang utama (prime brokerage) untuk perdagangan aset kripto. Inisiatif ini akan ditempatkan di bawah unit modal ventura dan inovasi bank tersebut, SC Ventures, seiring langkah bank asal Inggris itu memperluas bisnis aset digital bagi klien institusional.

Melansir Bloomberg, rencana tersebut menambah rangkaian layanan kripto Standard Chartered yang sebelumnya telah mencakup solusi transaksi aset digital, layanan kustodian, hingga tokenisasi untuk nasabah institusi. Namun, diskusi terkait pembentukan pialang utama kripto ini masih berada pada tahap awal dan belum ada kepastian waktu peluncurannya.

Standard Chartered sendiri memiliki sejarah panjang di industri perbankan global. Bank yang berdiri pada 29 Desember 1853 sebagai Chartered Bank of India, Australia, and Cina itu kemudian bergabung dengan Standard Bank of British South Africa pada 1969 dan membentuk Standard Chartered seperti yang dikenal saat ini.

Pada Juli 2025, melalui unit di Inggris, Standard Chartered meluncurkan layanan perdagangan spot Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Saat itu, bank ini mengklaim sebagai bank penting secara sistemik global pertama yang menyediakan perdagangan spot kripto bagi klien institusional.

Selain itu, SC Ventures juga menaungi dan mendukung sejumlah platform kripto institusional, seperti Zodia Markets dan Zodia Custody, yang fokus pada perdagangan dan penyimpanan aset digital. Di internal bank, kepala riset aset digital Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, juga dikenal aktif membagikan proyeksi harga berbagai aset kripto, termasuk Bitcoin dan XRP.

Langkah terbaru Standard Chartered ini muncul di tengah meningkatnya minat bank-bank besar dunia terhadap layanan kripto. Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa JPMorgan Chase, bank terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, tengah mempertimbangkan peluncuran layanan perdagangan kripto untuk nasabah institusional.

Sementara itu, Bank of America juga telah memberi lampu hijau kepada penasihat kekayaannya di Bank of America Private Bank, Merrill, dan Merrill Edge untuk merekomendasikan alokasi investasi ke aset kripto mulai 5 Januari. Di sektor manajemen aset, BlackRock sebagai pengelola aset terbesar dunia telah mengelola ETF spot Bitcoin dan Ethereum dengan nilai terbesar di pasar.

Tak hanya Standard Chartered, Morgan Stanley pun tidak ketinggalan. Bank investasi asal Amerika Serikat tersebut baru-baru ini mengajukan permohonan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk meluncurkan produk ETF kripto. Layanan pialang utama sendiri umumnya mencakup fasilitas pembiayaan, pinjaman sekuritas, serta kustodian, yang memungkinkan investor mengelola risiko dan bertransaksi lebih efisien lintas pasar.

Menurut Bloomberg, penempatan bisnis pialang kripto di bawah SC Ventures berpotensi membantu Standard Chartered menghindari persyaratan modal yang lebih ketat terhadap aset digital, dibandingkan jika layanan tersebut dijalankan langsung oleh entitas perbankan utamanya.

Di sisi lain, Morgan Stanley semakin menegaskan keseriusannya dalam menggarap ekosistem aset digital global. Dua tahun setelah menyebut kripto sebagai “pergeseran paradigma” dalam sistem keuangan, bank ini kembali melangkah lebih jauh dengan memperluas layanan kripto ke tingkat yang lebih mendalam.

Mengutip laman The Block, Kepala Wealth Management Morgan Stanley, Jedd Finn, menilai dorongan ke aset kripto mencerminkan perubahan mendasar dalam infrastruktur layanan keuangan.

“Ini benar-benar pengakuan bahwa cara kerja infrastruktur layanan keuangan akan berubah,” ujar Jedd.

“Seiring waktu, seiring perkembangan infrastruktur kami, kami akan dapat berbuat lebih banyak dengan memadukan ekosistem keuangan tradisional, atau tradfi, dan keuangan terdesentralisasi, atau defi,” tambahnya.

Morgan Stanley juga dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran dompet digital internal serta layanan perdagangan kripto utama seperti Bitcoin (BTC), Ether (ETH), dan Solana (SOL). Seluruh layanan tersebut direncanakan terintegrasi langsung dengan platform E-Trade.

Bank tersebut melihat peluang besar dalam menggabungkan keuangan tradisional dan terdesentralisasi, khususnya untuk menjawab kebutuhan generasi investor baru yang semakin terbuka terhadap aset digital. Rencana ini dijadwalkan berjalan pada paruh kedua 2026, seiring pematangan infrastruktur teknologi dan kepatuhan regulasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

GRPM Bidik Pertumbuhan 10 Persen, Optimalkan Penjualan Lebaran Mendatang

14 Jan 2026, 17:09 WIBMarket