Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
WBSA Absen Bagi Dividen, Laba 2025 untuk Ekspansi
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (5/6). (Eko Wahyudi/Fortune Indonesia)
  • WBSA memutuskan menahan laba tahun buku 2025 untuk mendukung ekspansi dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

  • Sepanjang 2025, WBSA beroleh pendapatan Rp2,1 triliun, naik 20,51 persen dan laba bersih melonjak 342,99 persen.

  • RUPST juga menyetujui perubahan status hukum WBSA dari PMA menjadi PMDN guna memperluas kemitraan domestik dan memperkuat posisi sebagai pemain logistik nasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) memutuskan tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat (5/6) di Kelapa Gading, Jakarta.

Direktur Utama WBSA, Edwin Wibowo, mengatakan keputusan tersebut sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan yang tengah memperluas jaringan operasional dan meningkatkan kapasitas layanan logistik.

"Sesuai yang tadi kita rapatkan, untuk penutupan tahun dan laporan keuangan tahun 2025, laba bersih dicatatkan sebagai laba ditahan untuk perkembangan atau pertumbuhan perseroan ke depannya," kata Edwin usai RUPST.

Keputusan itu diambil di tengah lonjakan kinerja keuangan yang dibukukan perusahaan sepanjang 2025.

WBSA membukukan pendapatan Rp2,1 triliun atau tumbuh 20,51 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih melesat 342,99 persen menjadi Rp45,3 miliar.

Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh penguatan jaringan usaha yang makin luas di berbagai wilayah strategis serta peningkatan kemampuan operasional perusahaan.

"Keberhasilan ini didorong oleh strategi penguatan jaringan usaha perseroan yang kini tersebar luas di berbagai wilayah strategis, serta peningkatan kapabilitas operasional secara berkelanjutan," kata Edwin.

Sepanjang 2025, WBSA menyelesaikan sejumlah agenda ekspansi. Perseroan membuka cabang baru di Makassar untuk memperkuat penetrasi pasar di kawasan Indonesia timur. Selain itu, perusahaan merampungkan pembangunan gudang baru seluas 5.000 meter persegi di Cakung, Jakarta, yang menambah kapasitas penyimpanan dan mendukung pertumbuhan bisnis logistik terintegrasi.

Selain menyetujui penggunaan laba bersih, RUPST juga mengesahkan laporan tahunan perseroan, menunjuk Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2026, menetapkan remunerasi direksi dan dewan komisaris, serta menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum.

Pada hari yang sama, pemegang saham juga menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui perubahan status hukum perusahaan dari Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Menurut Edwin, perubahan status tersebut lebih bersifat administratif dan merupakan bagian dari proses pasca-pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) yang dilakukan perseroan pada 10 April 2026.

Meski demikian, perubahan status menjadi PMDN dinilai dapat memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan dalam menjalin kemitraan domestik dan memperkuat posisinya sebagai pemain logistik nasional.

Edwin menegaskan WBSA memiliki visi membangun konektivitas logistik di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, perusahaan tidak hanya berfokus pada satu moda transportasi, melainkan mengembangkan berbagai layanan yang saling terintegrasi.

"Kami memiliki visi untuk mengoneksikan seluruh pulau, 17 ribu pulau di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Jadi, kita terus melebarkan kompetensi, tidak hanya fokus pada satu moda transportasi seperti truk, warehouse atau kapal. Untuk menghubungkan seluruh Indonesia sangat penting memiliki jaringan yang mencakup keseluruhan," katanya.

Memasuki 2026, manajemen tetap optimistis terhadap prospek industri logistik nasional. Meningkatnya kebutuhan layanan logistik end-to-end dan multimoda dinilai sejalan dengan kapabilitas inti WBSA, sehingga memberikan ruang bagi perusahaan untuk terus memperdalam penetrasi pasar domestik sekaligus memperluas skala operasionalnya.

Editorial Team

Related Article