Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

2.074 SPBU Pertamina Bakal Beroperasi 24 Jam Selama Musim Mudik

2.074 SPBU Pertamina Bakal Beroperasi 24 Jam Selama Musim Mudik
Eko Ricky Susanto Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga (kedua dari kiri) saat memaparkan kesiapan Pertamina Patra Niaga dalam mengahdapi musim mudik Lebaran 2026 di SPBU Pertamina Rest Area KM 57A Cikampek, Kabupaten Karawang, Senin (16/3). (Eko Wahyudi/Fortune Indonesia)
Intinya Sih
  • SPBU yang beroperasi 24 jam ditujukan menjaga pasokan energi selama mudik dan arus balik Idulfitri 2026 di seluruh Indonesia.

  • Konsumsi bensin diperkirakan naik 12 persen, sementara solar turun 14,5 persen.

  • Pertamina menyiapkan layanan tambahan seperti motoris MyPertamina Delivery Service, mobil tangki siaga, serta 43 titik Serambi MyPertamina di jalur tol dan lokasi wisata.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cikampek, FORTUNE - PT Pertamina Patra Niaga menyiagakan 2.074 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang beroperasi selama 24 jam untuk memastikan kelancaran pasokan energi selama periode mudik dan arus balik Idulfitri 2026. Langkah ini menjadi bagian dari kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri yang bertugas menjaga ketersediaan bahan bakar di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengatakan masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan bahan bakar selama perjalanan mudik. Menurutnya, perusahaan telah menyiapkan stok energi jauh hari sebelum periode Lebaran.

“Stok aman. Konsumen dan masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir untuk menjalankan ritual mudik hingga nanti arus balik,” katanya saat memaparkan kesiapan Satgas Ramadan dan Idulfitri di SPBU Rest Area KM 57A Cikampek, Kabupaten Karawang, Senin (16/3).

Pertamina memproyeksikan kebutuhan energi akan meningkat selama masa mudik. Konsumsi bensin jenis gasoline diperkirakan naik sekitar 12 persen dibandingkan dengan rata-rata harian. Sebaliknya, konsumsi gasoil seperti solar diprediksi turun sekitar 14,5 persen karena adanya pembatasan transportasi barang oleh pemerintah selama periode mudik.

Selain itu, permintaan LPG diperkirakan meningkat sekitar 4–5 persen, sementara avtur untuk penerbangan naik sekitar 2,8 persen seiring bertambahnya penerbangan tambahan di berbagai bandara. Sementara itu, konsumsi minyak tanah diproyeksikan naik sekitar 4,2 persen, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.

Untuk mendukung distribusi energi, Pertamina menyiapkan berbagai infrastruktur penyaluran. Secara nasional tersedia sekitar 7.800 SPBU dan lebih dari 6.700 Pertashop.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan 96 unit layanan modular BBM dan 62 kios Pertamina Siaga di 64 titik strategis.

Kesiapsiagaan Pertamina

WhatsApp Image 2026-03-16 at 13.57.36.jpeg
Mobil tangki di SPBU Rest Area KM 57A Cikampek yang juga ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi lonjakan permintaan BBM.

Di sisi distribusi, Pertamina mengoperasikan 200 unit motoris melalui layanan MyPertamina Delivery Service untuk mengantarkan BBM maupun LPG ke wilayah yang mengalami kemacetan, termasuk di jalan tol. Layanan ini juga dapat diakses masyarakat melalui contact center 135.

Perusahaan juga menyiagakan 6.600 agen LPG serta sekitar 6.300 agen LPG Siaga untuk memastikan ketersediaan gas selama Ramadan dan Idulfitri. Sementara itu, distribusi minyak tanah didukung oleh 223 agen yang tersebar di berbagai daerah.

Pertamina juga menyiapkan 200 unit mobil tangki yang ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi lonjakan permintaan BBM. Mobil tangki tersebut dapat digunakan untuk menambah pasokan di SPBU jika terjadi peningkatan konsumsi atau kemacetan di jalur mudik.

Sebagai tambahan layanan bagi pemudik, Pertamina menghadirkan 43 titik Serambi MyPertamina di sepanjang jalan tol serta dua titik di kawasan wisata. Fasilitas ini juga tersedia di sejumlah bandara, stasiun, dan pelabuhan utama untuk memberikan tempat istirahat dan layanan tambahan bagi masyarakat selama perjalanan mudik.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret dan kembali meningkat pada 28–29 Maret sebelum masyarakat kembali beraktivitas pada 30 Maret.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More