Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahlil Buka Relaksasi Terbatas untuk Dongkrak Produksi Batu Bara
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027 (dok. PTBA)
  • Bahlil Lahadalia mengumumkan relaksasi terbatas produksi batu bara setelah harga mencapai US$154 per ton, untuk menjaga pasokan-permintaan dan mengoptimalkan devisa negara.
  • Target RKAB batu bara 2026 direvisi dari 600 juta ton menjadi 700 juta ton, sementara pasokan domestik untuk PLN ditetapkan 154 juta ton.
  • Pemerintah segera meresmikan pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik CATIB di Karawang, kolaborasi IBC dan konsorsium CBL untuk mengolah nikel serta membangun rantai pasok domestik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengumumkan rencana relaksasi produksi batu bara guna merespons kenaikan harga komoditas menjadi US$154 per ton pada Senin (19/10). Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan serta mengoptimalkan penerimaan devisa negara.

Bahlil menyatakan, harga batu bara dengan nilai kalori 6.330 kcal/kg saat ini US$154 per ton. Pemerintah menargetkan pemanfaatan momentum harga tersebut untuk menambah pundi devisa.

“Harapan kita memang adalah harganya bagus, produksinya kita naikkan. Dan sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand,” kata Bahlil usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto secara virtual, Senin (19/10).

Terkait kuota produksi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya mematok Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara 2026 di angka 600 juta ton. Kementerian ESDM kemudian merevisi target tersebut menjadi 700 juta ton.

Target revisi 2026 tersebut mencatat selisih 117,48 juta ton di bawah realisasi produksi batu bara 2025 yang menyentuh 817,48 juta ton.

Pemerintah juga mewajibkan pemenuhan pasokan domestik di tengah rencana penambahan produksi. Alokasi Domestic Market Obligation (DMO) bagi pembangkit listrik PT PLN (Persero) pada 2026 tercatat 154 juta ton.

Hingga saat ini, Bahlil belum memerinci besaran tonase tambahan dari kebijakan relaksasi tersebut.

Selain batu bara, Bahlil menyampaikan pembaruan sektor hilirisasi nikel di Karawang, Jawa Barat. Pemerintah segera meresmikan pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik operasional PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).

Perusahaan tersebut merupakan entitas gabungan antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan konsorsium CBL (meliputi CATL, Brunp, dan Lygend). Pabrik ini beroperasi untuk memproses mineral nikel dan menyusun rantai pasok industri kendaraan listrik domestik.

“Sebentar lagi kita akan melakukan peresmian pabrik ekosistem baterai mobil di Karawang, yang satu tahun lalu Bapak Presiden melakukan groundbreaking. Itu adalah kerja sama CATL dan BUMN kita,” ujar Bahlil.

Curated For You

Editorial Team

Related Article