Jakarta, FORTUNE - Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mendorong optimalisasi implementasi Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) yang telah memasuki tahun ketiga, dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), Thani bin Ahmed Al Zeyoudi di Jaipur, India, Jumat (7/8).
Pertemuan yang berlangsung di sela-sela rangkaian BRICS Trade Ministers' Meeting (TMM) 2026 tersebut berfokus pada penyelesaian sejumlah ganjalan teknis guna memperluas manfaat perjanjian bagi pelaku usaha di kedua negara.
Isu strategis yang dibahas meliputi ketentuan skema Tariff Rate Quota (TRQ), mekanisme transshipment, hingga perkembangan kasus antidumping terhadap produk kopolimer asal UEA.
Budi menyatakan Indonesia berkomitmen menjaga implementasi IUAE-CEPA tetap transparan, akuntabel, serta sejalan dengan ketentuan kesepakatan dan prinsip Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
“Perjanjian IUAE-CEPA menjadi katalis yang mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan ekonomi kita ke tingkat yang lebih maju. Saya meyakini masih terdapat ruang yang sangat besar untuk semakin meningkatkan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi melalui pemanfaatan IUAE-CEPA secara optimal,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Senin (10/8).
Ia menambahkan, penyelesaian berbagai isu teknis sangat penting agar keterlibatan dunia usaha semakin kuat.
“Indonesia juga terbuka untuk terus berdialog dalam menyelesaikan berbagai isu implementasi yang dihadapi pelaku usaha kedua negara,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah membidik penyelenggaraan Joint Committee Meeting (JCM) kedua pada tahun ini guna menuntaskan seluruh persoalan yang masih mengganjal.
Sebelumnya, kedua negara telah menggelar JCM pertama pada 15–17 Oktober 2024 yang mencakup Committee on Trade in Goods, Islamic Economy Committee, dan Economic Cooperation Committee. Forum tersebut menghasilkan sejumlah tindak lanjut di bidang perdagangan barang, ekonomi Islam, serta kerja sama ekonomi.
“Saya berharap Joint Committee Meeting kedua tahun ini dapat menjadi momentum untuk menyelesaikan seluruh isu implementasi yang masih tersisa dengan cepat,” kata Budi.
Perjanjian IUAE-CEPA pertama kali berlaku efektif pada 1 September 2023 dan terus diproyeksikan menjadi pilar utama penguat hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan UEA.
