Jakarta, FORTUNE - Badan Pusat Statistik (BPS) meminta pemerintah mewaspadai tekanan harga daging sapi dan ayam ras pada awal Agustus 2026.
Meski kenaikan harga ayam secara nasional masih berada sedikit di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP), jumlah daerah yang mengalami kenaikan terus bertambah. Sementara itu, harga daging sapi secara nasional telah menembus batas HAP.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan harga daging ayam ras mengalami kenaikan di 188 kabupaten/kota hingga pekan pertama Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan 110 kabupaten/kota pada pekan kelima Juli.
"Kalau nanti kenaikan harga ini terus dibiarkan, tentunya suatu saat nanti akan berada di atas HAP," kata Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang disiarkan secara virtual, Senin (10/8).
Berdasarkan pemantauan BPS, rata-rata harga daging ayam ras secara nasional pada pekan pertama Agustus mencapai Rp39.712 per kilogram (kg). Angka tersebut masih sedikit di bawah HAP konsumen sebesar Rp40.000 per kg.
Namun, kenaikan harga telah terjadi di 52,22 persen wilayah Indonesia yang masuk dalam cakupan pemantauan BPS. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu mengantisipasi agar tekanan harga tidak semakin meluas.
"Kalau secara level harga ini masih sedikit di bawah HAP," kata Amalia. Namun, dia menekankan bahwa laju kenaikan harga di sejumlah daerah sudah relatif tinggi.
Menurut BPS, kenaikan harga ayam ras tidak hanya dipicu satu faktor. Meningkatnya permintaan, keterbatasan pasokan, hingga kembali aktifnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah libur sekolah turut memberikan tekanan.
Di Kota Binjai, misalnya, kenaikan harga ayam dipicu meningkatnya permintaan pasar setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG kembali beroperasi.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Bengkulu Tengah. BPS mencatat kenaikan harga diduga dipengaruhi meningkatnya permintaan dari agen dan pengecer untuk memenuhi kebutuhan SPPG. Pada saat yang sama, pasokan dari peternak dan pemasok relatif terbatas.
"Di sebagian kota dan kabupaten memang ada keterbatasan pasokan dan juga di beberapa tempat memang sisi permintaannya sedang meningkat," kata Amalia.
Tekanan permintaan juga terlihat di Kabupaten Seluma dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang mengalami kenaikan harga seiring meningkatnya kebutuhan ayam untuk pelaksanaan MBG.
Di PALI, kenaikan harga juga dipengaruhi kenaikan harga pakan ayam yang menambah tekanan biaya produksi.
