BRIN Rilis Komputasi Top 500 Dunia, Proses Data 10 Jam Jadi 10 Detik

- BRIN meresmikan infrastruktur High Performance Computing (HPC) hasil kolaborasi Korea-ASEAN yang masuk jajaran top 500 dunia dan mampu mempercepat pemrosesan data dari 10 jam menjadi 10 detik.
- Proyek HPC senilai US$10 juta ini berlangsung dari 2024 hingga 2028, menjadi fondasi penting untuk riset dan pelatihan model AI berskala besar di Indonesia.
- BRIN tengah menyiapkan peta jalan pengembangan AI nasional menuju era agentic AI pada 2030, seiring dengan peningkatan keterampilan digital generasi muda Indonesia.
Jakarta, FORTUNE - Badan Riset Inovasi Nasional baru saja meresmikan infrastruktur komputasi berperforma tinggi atau High Performance Computing (HPC), yang menjadi teknologi top 500 dunia. Infrastruktur tersebut merupakan hasil proyek kerja sama digital Korea-ASEAN.
“Ini adalah platform fasilitas yang dimiliki oleh ASEAN di support oleh Korea dan kemudian ditempatkan di BRIN jadi ini jadi tempat untuk memperkuat talenta kita di bidang AI, kemudian untuk riset di bidang AI, dan memiliki kecepatan yang sangat tinggi,” ujar Head BRIN, Arif Satria, dalam sesi Reinventing Industry: AI, Science, and The Future of Enterprise di Indonesia Summit 2026, Kamis (18/6).
Infrastruktur HPC merupakan fondasi kunci untuk melatih model AI skala besar dan menganalisis kumpulan data yang sangat besar. Menurutnya, teknologi itu dapat mempercepat waktu komputer dalam memproses data secara signifikan.
Sementara itu, proyek ini berlangsung dari tahun 2024 hingga 2028 dengan pendanaan sebesar US$10 juta.
“Komputer yang paling canggih hari ini itu kalau memproses data butuh 10 jam itu dengan fasilitas kita yang terbaru hanya butuh waktu 10 detik jadi hemat waktu,” katanya.
Saat ini, BRIN juga tengah menyiapkan peta jalan pengembangan AI di Indonesia. Peta jalan yang dikembangkan akan menjadi dasar pengembangan lintas sektor.
BRIN meyakini bahwa skill di bidang AI akan terus berkembang, khususnya agentic AI di tahun 2030. Agentic AI tidak hanya dapat menganalisis, tapi juga mampu mengambil keputusan.
“Sekarang yang sedang kita persiapkan adalah bahwa ada yang namanya agentic AI. Jadi, ada AI skillsyang declining, ada yang growing. Jadi, AI skills di bidang AI itu akan terus berkembang. Untuk 2030 nanti, arah AI ini akan mengarah pada agentic AI,” katanya.
IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air.
Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

















