Panjangnya durasi tanpa hujan tersebut sejalan dengan kondisi musim di Indonesia. Sebagian besar wilayah Indonesia terpantau masih berada di periode dengan curah hujan relatif rendah dan memasuki musim kemarau.
BMKG mencatat sebanyak 80,7 persen atau 567 Zona Musim (ZOM) di Indonesia yang memasuki musim kemarau. Wilayah Tipe 1 Musim sebanyak 16,2 persen atau 113 ZOM, sementara kawasan yang mengalami musim hujan hanya sebesar 3,1 persen atau 22 ZOM.
Sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat minimnya curah hujan dan musim kemarau yang diperkuat dengan El Nino.
Hal tersebut juga menyebabkan minimnya tutupan awan, sehingga radiasi matahari mencapai bumi secara maksimum. Akibatnya, suhu permukaan dapat melampaui 36 derajat celcius di beberapa wilayah, seperti Lampung, Aceh, Banten, hingga Kalimantan.
Atas kondisi tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap tiga ancaman dampak kemarau panjang. Peringatan tersebut mencakup kekeringan pertanian, kelangkaan air bersih, serta potensi karhutla.