Gaikindo Protes Rencana Impor 105.000 Pikap India

Rencana impor oleh PT Agrinas Pangan Nusantara memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan industri otomotif lokal.
Kapasitas industri dalam negeri dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Produksi pikap lokal mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun dengan TKDN di atas 40 persen.
Jakarta, FORTUNE - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan keberatan atas rencana impor besar-besaran mobil pikap asal India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Langkah tersebut mencuat saat penjualan otomotif nasional masih berjuang menembus level satu juta unit per tahun.
Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menegaskan manufaktur otomotif domestik memiliki kapasitas melimpah untuk memenuhi permintaan pasar nasional. Kesiapan ini mencakup segmen kendaraan komersial ringan seperti pikap. Ia memastikan seluruh anggota Gaikindo bersama industri komponen siap memproduksi kebutuhan tersebut.
“Anggota Gaikindo dan industri pendukungnya punya kapasitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, memang diperlukan waktu memadai agar jumlah dan kriteria kendaraan bisa dipenuhi,” ujar Putu Juli dalam keterangannya, Jumat (20/2).
Pelibatan industri lokal dinilai mendesak guna mengoptimalkan pengoperasian pabrik yang saat ini masih underutilized. Langkah ini juga menjadi benteng pertahanan untuk mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah lesunya permintaan pasar domestik.
Saat ini, pasar pikap Tanah Air dikuasai pabrikan lokal seperti Suzuki, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Wuling, DFSK, Toyota, hingga Daihatsu. Total kapasitas perakitan untuk model pikap melampaui 400.000 unit per tahun. Masalahnya, potensi besar tersebut belum terserap secara maksimal oleh pasar.
Produk buatan dalam negeri mayoritas menggunakan sistem penggerak 4x2 dengan tingkat komponen lokal (TKDN) di atas 40 persen. Keunggulan utamanya terletak pada ekosistem layanan purna jual dan jaringan servis yang telah menjangkau pelosok daerah. Sementara untuk varian 4x4, industri nasional sanggup memproduksinya dengan penyesuaian waktu tertentu.
Isu ini memanas setelah PT Agrinas Pangan Nusantara, yakni badan usaha milik negara yang ditunjuk membangun Koperasi Merah Putih, berencana mendatangkan 105.000 unit kendaraan dari India. Impor ini dilakukan untuk menopang program koperasi dimaksud.
Skema impor tersebut terdiri atas 35.000 unit Mahindra Scorpio serta 70.000 unit kendaraan dari Tata Motors, yang meliputi Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7. Pemerintah sendiri memasang target pembangunan 80.000 koperasi, dengan target awal 30.000 unit harus terealisasi pada pertengahan 2026.


















