Jakarta, FORTUNE - Pemerintah Indonesia terus mencari langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah tekanan pasar energi global. Salah satu upaya yang ditempuh adalah menjajaki kerja sama dengan Rusia, sebagai salah satu produsen energi utama dunia, guna memastikan stabilitas pasokan dalam negeri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmennya dalam mengawal diplomasi energi tersebut. Hal ini disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Senin (13/4) waktu setempat.
Menurut Bahlil, pertemuan kedua kepala negara tersebut difokuskan pada pembahasan kerja sama energi yang konkret dan berorientasi pada kepentingan nasional. Fokus utama mencakup upaya menjamin pasokan energi, sekaligus mendorong investasi di sektor energi.
“Kunjungan ini jadi momentum penting untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga dan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Bahlil yang dikutip dari keterangan resmi.
Ia menambahkan, pemerintah akan mengawal implementasi berbagai peluang kerja sama agar segera terealisasi. Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain pengembangan kilang minyak, penguatan perdagangan minyak, serta peningkatan pemanfaatan teknologi energi.
Dalam jangka panjang, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih. Langkah ini diarahkan untuk mendukung diversifikasi energi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Prabowo menegaskan penguatan hubungan strategis dengan Rusia pada sektor energi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang masih bergejolak.
“Kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan, dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi,” kata Prabowo.
Sementara itu, Putin menilai hubungan kedua negara selama ini berjalan erat, termasuk dalam berbagai forum internasional. Ia juga menyoroti keanggotaan Indonesia di BRICS sebagai peluang baru untuk memperluas kerja sama strategis, khususnya pada sektor energi.
