Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri Otomotif hingga Energi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan Executive Acting Secretary-General of the Liberal Democratic Party (LDP) Koichi Hagiuda. Dok Humas Ekon
  • Indonesia dan Jepang memperkuat kemitraan strategis di sektor industri, energi, dan rantai pasok global untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
  • Pemerintah Indonesia menyoroti peran penting Jepang dalam membangun ekosistem otomotif nasional serta berkomitmen meningkatkan daya saing industri komponen lokal.
  • Kedua negara memperluas kolaborasi di bidang energi baru terbarukan dan sumber daya strategis melalui proyek-proyek AZEC serta dukungan JOGMEC.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah Indonesia memperkuat kemitraan strategis dengan Jepang dalam mendorong pengembangan industri, transisi energi, hingga penguatan rantai pasok global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa Jepang selama ini berperan penting dalam membangun ekosistem industri otomotif di Indonesia.

“Saat ini Indonesia tidak hanya memiliki pasar domestik, tetapi juga telah berkembang sebagai basis produksi otomotif yang mengekspor kendaraan ke lebih dari 70 negara,” ujarnya saat bertemu dengan Executive Acting Secretary-General of the Liberal Democratic Party (LDP) Koichi Hagiuda, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (12/3).

Indonesia juga mengapresiasi kontribusi Jepang dalam pengembangan industri otomotif nasional. Indonesia akan terus menjaga iklim investasi melalui peningkatan daya saing industri komponen otomotif, khususnya pada tier 2 dan tier 3, sehingga mampu memperkuat rantai pasok industri dan mendorong lahirnya universal brand.

Executive Acting Secretary-General of the Liberal Democratic Party (LDP) Koichi Hagiuda menyatakan, kerja sama di bidang energi baru dan terbarukan antara Indonesia dan Jepang juga terus mengalami kemajuan melalui kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).

Sejumlah proyek telah mencapai financial closing dan sedang berlanjut, di antaranya pengembangan PLTP Muara Laboh di Sumatera Barat, proyek Lengok Nangka Waste- to-Energy di Jawa Barat, hingga proyek pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan Utara.

Kedua negara juga membahas peluang kerja sama industri strategis ke depan, termasuk melalui peran Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC). Upaya tersebut akan memperluas kolaborasi pengembangan sumber daya dan industri antara Jepang dan Indonesia.

Jepang melihat potensi besar Indonesia dalam penguatan sektor economic security, termasuk dalam pengembangan rantai pasok industri teknologi seperti semikonduktor.

Editorial Team