Dari sisi asal investasi, negara-negara seperti Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat masih mendominasi aliran modal ke Indonesia.
Rosan menyebut minat investor asing tetap terjaga meskipun kondisi global menghadapi tekanan geopolitik.
Ia menambahkan bahwa posisi Indonesia yang menerapkan kebijakan luar negeri bebas aktif dan non-blok menjadi salah satu faktor penarik.
“Memang walaupun di tengah tantangan meningkatnya geopolitik maupun ekonomi akhir-akhir ini, tetapi justru kita melihat bahwa ini kesempatan juga selalu terbuka karena Indonesia adalah negara yang diterima oleh semua negara karena sesuai dengan kebijakan foreign policy kita yang terbuka dan non-alignment,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah terus melakukan perbaikan dalam sistem perizinan serta menjaga kepastian regulasi guna menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Upaya ini diarahkan untuk meminimalkan risiko ketidakpastian bagi investor dan menjaga daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi.
Rosan juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan investor potensial terus dilakukan secara aktif.
Menurutnya, stabilitas dan kondisi domestik menjadi salah satu pertimbangan utama bagi investor dalam menanamkan modal di Indonesia.
Berapa nilai investasi Indonesia pada kuartal I-2026? | Realisasi investasi diproyeksikan mencapai Rp497 triliun. |
Berapa tenaga kerja yang terserap dari investasi tersebut? | Sekitar 627 ribu tenaga kerja terserap pada kuartal I-2026. |
Sektor apa yang paling besar menyumbang investasi? | Industri logam dasar menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp67 triliun. |