Karawang, FORTUNE– Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pemerintah daerah akan menjamin kepastian berinvestasi bagi para pelaku industri di Jawa Barat. Salah satu komitmen tersebut diwujudkan dengan memastikan tidak ada ruang bagi praktik premanisme yang dapat mengganggu iklim usaha.
Pernyataan itu disampaikan Dedi, yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi), saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik alat berat milik LiuGong di Karawang, Jawa Barat, Rabu (22/7).
Menurutnya, pemerintah provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Karawang memiliki tanggung jawab mengawal investasi.
"Kewajiban kita adalah menjaga investasi mulai dari proses perizinan sampai industrinya berdiri. Yang kedua, menjaga keamanan investasi," ujar KDM.
Ia menegaskan praktik premanisme maupun berbagai bentuk intimidasi terhadap investor tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak kepercayaan pelaku usaha dan menghambat masuknya investasi baru.
Karena itu, pemerintah daerah bersama aparat TNI dan Polri diminta memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan proyek investasi untuk memperoleh keuntungan melalui tekanan ataupun pemaksaan.
"Tidak boleh melakukan tawar-menawar dengan orang yang memiliki kemampuan daya tekan hanya untuk mendapatkan konsesi. Yang disebut dengan premanisme. Kenapa? Karena ini akan menjadi kebiasaan yang terus-menerus. Akan merepotkan dalam jangka panjang," ujarnya.
