Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Kemenkeu akan Ambil Alih Whoosh, Skema Restrukturisasi Disiapkan

Kemenkeu akan Ambil Alih Whoosh, Skema Restrukturisasi Disiapkan
Ilustrasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh (dok. KCIC)
Intinya Sih
  • Pemerintah menyiapkan restrukturisasi Whoosh termasuk opsi Kemenkeu ambil alih saham KCIC.

  • Operasional kereta cepat tetap dipegang KAI meski terjadi perubahan kepemilikan.

  • Total utang proyek mencapai sekitar Rp79 triliun dengan tenor pengembalian hingga 40 tahun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE — Pemerintah menyiapkan langkah restrukturisasi proyek Kereta Cepat Whoosh, termasuk opsi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan ambil alih Whoosh melalui pengambilalihan saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Proses ini disebut telah memasuki tahap final dan tinggal menunggu pengumuman resmi. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memastikan penyelesaian skema tersebut segera diumumkan bersama Menteri Keuangan.

"InsyaAllah, saya dan Pak Menkeu, minggu depan atau 2 minggu lagi akan ketemu dengan teman-teman wartawan, dengan Pak Menkeu untuk menyampaikan penyelesaian dari Whoosh yang sudah selesai, sudah final, ya," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4).

Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses restrukturisasi, termasuk potensi perubahan kepemilikan, telah mencapai tahap akhir di tingkat pemerintah.

Opsi pengambilalihan oleh Kemenkeu

Pemerintah membuka beberapa opsi dalam penataan proyek Whoosh, salah satunya pengambilalihan oleh Kemenkeu. Dony menyebut skema tersebut masih difinalisasi dan akan diumumkan setelah rampung.

"Ada beberapa skema tentunya, nanti saya akan update karena kalau sekarang belum final kita update nanti takut rame lagi," ujar Dony.

Dalam perkembangan terbaru, ia menegaskan proses penyelesaian ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

"Iya, satu atau dua bulan lagi akan beres," imbuhnya.

Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah telah menyepakati arah kebijakan restrukturisasi tersebut dalam rapat internal.

“Itu rapatnya sudah putus, tapi nanti tinggal Pak Presiden atau pemerintah yang resmi mengumumkan, bukan saya,” kata Purbaya di kantornya, Jumat (13/3).

Ia menegaskan keputusan sudah final secara substansi, namun penyampaian kepada publik akan dilakukan oleh pemerintah secara resmi.

Operasional tetap di KAI

Meski ada potensi perubahan kepemilikan, pemerintah memastikan operasional kereta cepat tidak berubah. PT Kereta Api Indonesia (Persero) tetap menjadi operator utama layanan Whoosh.

"Operasional tentu tetap di KAI karena memang Kereta Api Indonesia kan memang bidangnya itu," tutur Dony.

Penegasan ini menunjukkan pemisahan antara aspek kepemilikan dan pengelolaan operasional.

Dengan demikian, layanan kepada penumpang tetap dijalankan oleh entitas yang memiliki kompetensi di sektor perkeretaapian.

Penataan konsorsium dan fokus bisnis

Restrukturisasi juga mencakup penyesuaian komposisi konsorsium proyek. Pemerintah akan menyelaraskan peran anggota sesuai dengan lini bisnis masing-masing.

"Yang terang, restrukturisasi Whoosh nanti hanya menyisakan anggota konsorsium yang memang memiliki core bisnis yang sesuai," ujar Dony.

Ia mencontohkan bahwa perusahaan konstruksi seperti WIKA tidak akan difokuskan pada pengelolaan operasional jangka panjang.

"Kami kembalikan semua ke porsinya. Misal, WIKA bukan bidangnya di situ, karena WIKA fokus ke kontraktor. Satu persatu kami bereskan, kami maunya semua yang diselesaikan tuntas," ujarnya.

Langkah ini diarahkan untuk memperjelas struktur bisnis proyek serta meningkatkan efisiensi pengelolaan ke depan.

Struktur pembiayaan dan beban utang

Proyek Whoosh memiliki nilai investasi sekitar 7,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 122,3 triliun (kurs Rp16.991), termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp20,3 triliun.

Pendanaan berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB) sebesar 75 persen dan ekuitas pemegang saham sebesar 25 persen.

Komposisi pemegang saham terdiri dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebesar 60 persen dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd. sebesar 40 persen.

Untuk menutup pembengkakan biaya, pemerintah memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3,2 triliun kepada PT KAI. Selain itu, CDB menambah pinjaman sebesar 448 juta dolar AS atau sekitar Rp7,6 triliun yang diteruskan ke KCIC.

Secara total, utang proyek mencapai sekitar Rp79 triliun dengan bunga awal 3,4 persen per tahun atau setara beban bunga sekitar 120,9 juta dolar AS atau sekitar Rp2 triliun per tahun.

Studi internal KCIC dan KAI memperkirakan periode pengembalian investasi mencapai 38 tahun, sementara perhitungan pemerintah berada di kisaran 30 hingga 40 tahun.

Pengumuman menunggu Presiden

Meski arah kebijakan telah ditetapkan, pemerintah belum membuka detail final ke publik. Purbaya menegaskan pengumuman resmi akan disampaikan oleh Presiden.

“Tapi itu sudah clear langkah ke depan seperti apa. Tapi belum saatnya dibuka ke Anda (publik) sekarang, biar yang lebih tinggi yang memaparkan,” ujar Purbaya.

FAQ seputar Kemenkeu akan ambil alih Whoosh

Apakah Kemenkeu benar akan ambil alih Whoosh?

Pemerintah sedang menyiapkan opsi tersebut dan skemanya telah mencapai tahap final.

Siapa yang akan mengoperasikan Whoosh setelah restrukturisasi?

Operasional tetap dijalankan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Kapan pengumuman resmi dilakukan?

Pengumuman direncanakan dalam waktu dekat oleh pemerintah atau Presiden.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in News

See More