Jakarta, FORTUNE - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, memproyeksikan realisasi investasi Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai sekitar Rp497 triliun. Angka ini meningkat 6,9 persen secara tahunan dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp465 triliun.
Menurutnya, perkiraan tersebut masih harus menunggu finalisasi hingga pertengahan April, namun tren yang ada menunjukkan target pemerintah tersebut berpotensi dapat diraih.
“Memang kita masih menunggu sampai tanggal 15 [April 2026],” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI yang disiarkan secara virtual, Senin (13/4).
Jika terealisasi, angka tersebut akan menyumbang sekitar 24,3 persen terhadap target investasi nasional sepanjang 2026.
Pemerintah menetapkan target investasi tahun ini sebesar Rp2.041,3 triliun, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2025 tentang Rencana Kerja Pemerintah 2026. Dalam jangka panjang, pemerintah tetap mengarahkan akumulasi investasi Rp13.032,8 triliun.
Dari sisi wilayah, DKI Jakarta diproyeksikan menjadi penyumbang investasi terbesar pada kuartal I-2026 dengan nilai Rp74 triliun. Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah sebesar Rp72 triliun dan Jawa Timur Rp38 triliun. Sementara itu, Sulawesi Tengah dan Banten masing-masing diperkirakan menyumbang Rp34 triliun dan Rp33 triliun.
Secara sektoral, industri logam dasar diprediksi menjadi kontributor utama dengan nilai investasi mencapai Rp67 triliun. Sektor transportasi dan pergudangan menyusul dengan Rp54 triliun, diikuti pertambangan sebesar Rp51 triliun.
Kemudian, sektor jasa lainnya diperkirakan menyumbang Rp43 triliun, serta perumahan dan kawasan industri sebesar Rp36 triliun.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Rosan memperkirakan penyerapan tenaga kerja pada triwulan I-2026 mencapai 627.036 orang, meningkat 5,5 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang sebesar 484.104 orang.
