Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pegadaian dan Unad Dorong Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas
PT Pegadaian (Persero) bersama Universitas Andalas (Unand) menyerahkan hasil riset mengenai pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami di Kota Padang. (dok. Pegadaian)
  • Pegadaian dan Universitas Andalas menyerahkan hasil riset mitigasi bencana berbasis komunitas kepada Pemerintah Kota Padang untuk menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami.

  • Riset menghasilkan blueprint yang mencakup teknologi deteksi dini, sistem evakuasi komunitas, pemanfaatan masjid sebagai shelter, SOP evakuasi, serta edukasi dan simulasi kebencanaan bagi masyarakat.

  • Kolaborasi ini menegaskan komitmen Pegadaian terhadap prinsip ESG dengan mendorong hilirisasi riset agar solusi akademik dapat diterapkan langsung demi memperkuat ketahanan masyarakat pesisir.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Pegadaian dan Universitas Andalas menyerahkan hasil riset mitigasi bencana berbasis komunitas kepada Pemerintah Kota Padang untuk menghadapi potensi gempa megathrust Mentawai dan tsunami.
  • Who?
    PT Pegadaian, Universitas Andalas, Wali Kota Padang Fadly Amran, Direktur Manajemen Risiko Pegadaian Ismail Ilyas, serta Wakil Rektor III Unand Prof. Dr. Kurnia Warman.
  • Where?
    Kegiatan penyerahan hasil riset berlangsung di Kampus Universitas Andalas, Kota Padang, Sumatera Barat.
  • When?
    Penyerahan dilakukan pada Senin, 29 Juni, dengan agenda resmi antara pihak Pegadaian dan Universitas Andalas.
  • Why?
    Kegiatan ini bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana serta mengimplementasikan komitmen sosial perusahaan melalui prinsip ESG.
  • How?
    Pegadaian mendukung riset melalui program Pegadaian Peduli dengan menyediakan blueprint mitigasi bencana, perangkat peringatan dini tsunami lokal, serta edukasi dan simulasi kebencanaan bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Pegadaian bersama Universitas Andalas (Unand) menyerahkan hasil riset mengenai pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami kepada Pemerintah Kota Padang. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus implementasi komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial.

Penyerahan hasil riset berlangsung di Kampus Universitas Andalas, Padang, pada Senin (29/6), dan diterima langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran.

Riset yang didukung melalui program Pegadaian Peduli tersebut menghasilkan blueprint mitigasi bencana berbasis masyarakat (community-based disaster risk management). Model yang dikembangkan mengintegrasikan lima instrumen utama, yakni teknologi deteksi dini tsunami mandiri, sistem evakuasi berbasis komunitas, pemanfaatan masjid sebagai shelter dan pusat informasi kebencanaan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) evakuasi, serta edukasi masyarakat yang dilengkapi simulasi kebencanaan.

Salah satu pendekatan yang diusung adalah mengoptimalkan fungsi masjid sebagai tempat evakuasi sementara, pusat informasi, dan ruang koordinasi warga saat keadaan darurat. Konsep tersebut disesuaikan dengan karakter sosial masyarakat Sumatera Barat yang menempatkan masjid sebagai pusat kehidupan bermasyarakat.

Dorong Hilirisasi Riset untuk Ketahanan Masyarakat

PT Pegadaian (Persero) bersama Universitas Andalas (Unand) menyerahkan hasil riset mengenai pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami di Kota Padang. (dok. Pegadaian)

Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas, mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan solusi yang dapat langsung diterapkan masyarakat.

"Kolaborasi erat antara Pegadaian dan perguruan tinggi seperti Universitas Andalas ini menjadi bukti kuat bahwa riset tidak boleh berhenti hanya sebagai dokumen kajian akademik di perpustakaan, melainkan harus dikonversi menjadi solusi aplikatif yang menyelamatkan nyawa. Kami berharap model kesiapsiagaan mandiri ini mampu memperkuat kapasitas ketahanan masyarakat Padang secara signifikan serta menjadi model percontohan nasional yang dapat direplikasi di wilayah pesisir rawan bencana lainnya di Indonesia," ujar Ismail Ilyas.

Selain menyerahkan hasil penelitian, Pegadaian juga memberikan perangkat pendukung sistem peringatan dini tsunami buatan lokal yang dirancang agar mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat. Menurut perusahaan, langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat hilirisasi hasil riset akademik agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wakil Rektor III Universitas Andalas, Prof. Dr. Kurnia Warman, S.H., M.Hum., mengapresiasi dukungan Pegadaian terhadap pengembangan riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pegadaian yang telah memberikan kepercayaan, dukungan pendanaan, serta fasilitas penuh terhadap pelaksanaan riset ini. Kerja sama lintas sektor ini membuktikan bahwa kombinasi antara kepakaran akademis pertiwi dan kepedulian sosial dunia usaha mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada penguatan keselamatan publik. Kami berharap kemitraan strategis ini dapat terus berlanjut ke fase implementasi yang lebih luas," ungkap Prof. Kurnia Warman.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, juga mengajak masyarakat memanfaatkan hasil riset dan fasilitas yang telah disediakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Kepada masyarakat, khususnya Pasie Nan Tigo. Saya berharap apa yang telah diserahkan oleh Pegadaian dan Unand ini dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal. Kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab kita bersama. Semakin siap masyarakat, maka semakin besar peluang kita bertahan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa saat bencana terjadi,” ujar Fadly.

Ke depan, Pegadaian menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, media, dan komunitas untuk mendorong pengembangan budaya sadar bencana sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat di wilayah yang memiliki risiko bencana tinggi. (WEB)

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article