Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Target Penutupan 700 BUMN Rugi hingga Akhir 2026
Presiden Prabowo Subianto menghadiri rapat koordinasi nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026) (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Pemerintah menargetkan penutupan 700 BUMN yang mengalami kerugian hingga akhir 2026.

  • Prabowo menyebut 364 BUMN telah ditutup dari total 1.074 BUMN per Rabu (21/10) malam.

  • Pembenahan BUMN diarahkan pada efisiensi dan pengelolaan ekonomi sesuai amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (21/10) malam

Prabowo mengatakan 364 BUMN telah ditutup dari 1.074 BUMN.

Kamis (22/10)

Prabowo menyampaikan target penutupan 700 BUMN dalam Rakornas TPAKD.

dua tahun pemerintahannya

Prabowo mengklaim pemerintah telah bekerja dan membuktikan hasil pembenahan BUMN.

hingga akhir 2026

Pemerintah menargetkan penutupan 700 BUMN yang mengalami kerugian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah menargetkan penutupan 700 BUMN yang mengalami kerugian hingga akhir 2026.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target dan perkembangan pembenahan BUMN.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dalam Rakornas TPAKD di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.
  • When?
    Target disampaikan Kamis (22/10), dengan data 364 BUMN telah ditutup per Rabu (21/10) malam.
  • Why?
    Pemerintah ingin meningkatkan efisiensi dan berkonsentrasi pada BUMN yang menghasilkan untuk rakyat.
  • How?
    Pembenahan dilakukan melalui efisiensi, konsolidasi, dan penutupan perusahaan yang tidak produktif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah mau membenahi BUMN yang rugi dan tidak efisien. Presiden Prabowo bilang 364 BUMN sudah ditutup dari 1.074 BUMN. Pemerintah menargetkan 700 BUMN ditutup sampai akhir 2026. Ada juga BUMN yang dulu rugi, tetapi sekarang sudah mendapat laba. Perubahan ini tidak bisa selesai dengan cepat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pembenahan BUMN menunjukkan adanya upaya untuk memusatkan pengelolaan pada perusahaan yang menghasilkan bagi rakyat. Selain menutup BUMN yang terus merugi, pemerintah menyebut sebagian perusahaan yang sebelumnya belum meraih keuntungan kini telah mencetak laba, sehingga efisiensi menjadi bagian penting dari perubahan tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah berkomitmen untuk membenahi badan usaha milik negara (BUMN) melalui efisiensi, konsolidasi, dan penutupan perusahaan yang tidak produktif. Presiden Prabowo Subianto menargetkan penutupan 700 BUMN yang mengalami kerugian hingga akhir 2026.

“Sampai Desember yang akan datang, sasaran kita 700 BUMN kita tutup,” ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Kamis (22/10).

Menurut data terbaru, Prabowo mengatakan terdapat 364 BUMN yang telah ditutup dari 1.074 BUMN per Rabu (21/10) malam. “Yang tidak efisien, yang merugi, yang selama ini buat laporan keuangan palsu, kita tutup. Konsentrasi kepada BUMN yang menghasilkan untuk rakyat,” kata Prabowo.

Kepala Negara menyampaikan bahwa pembenahan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengembalikan pengelolaan perekonomian nasional pada amanat Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945. Meski demikian, Prabowo mengatakan bahwa proses pembenahan struktur BUMN tidak dapat dilakukan secara instan.

“Sekian puluh tahun kekayaan kita bocor, luar biasa. Tapi kita sekarang berani. Kita ubah, kita kembali ke pasal 33 dan 34 Undang-Undang 1945. Pengalihan ini, perbaikan ini tidak bisa seketika,” ujar Presiden Prabowo.

Prabowo mengklaim, dua tahun pemerintahannya telah bekerja dan membuktikan hasil. Menurutnya, BUMN yang selama ini terus merugi telah ditutup, sementara sebagian BUMN yang sebelumnya tidak bisa meraih untung kini sudah mencetak laba.

“Tapi kita sudah buktikan dalam 2 tahun kita bekerja, sudah kita buktikan. BUMN-BUMN yang rugi terus, kita tutup. Yang tadinya tidak bisa untung, sekarang sudah untung. Ada yang untung 900 persen, ada yang 200 persen, ada yang 300 persen. Kita bertekad sekarang untuk efisiensi,” kata Presiden Prabowo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article