Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47% di Kuartal I 2026

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47% di Kuartal I 2026
Head of Asia-Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks World Gold Council, Shaokai Fan, dalam paparan Gold Demand Trends Q1 2026, Rabu (13/5). Dok Fortune Indonesia
Intinya Sih
  • Permintaan emas batangan dan koin di Indonesia melonjak 47% pada kuartal I 2026 menjadi 23,6 ton, dipicu ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan.
  • Secara global, permintaan emas batangan dan koin naik 42% menjadi 474 ton, dengan Tiongkok dan India mencatat lonjakan tertinggi serta nilai permintaan mencapai rekor US$193 miliar.
  • Bank sentral dunia membeli 244 ton emas pada kuartal I 2026, termasuk Bank Indonesia yang menambah 2 ton sebagai langkah diversifikasi cadangan devisa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Permintaan emas batangan dan koin di Indonesia melonjak tajam pada kuartal I-2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tingginya volatilitas pasar keuangan. World Gold Council (WGC) mencatat, permintaan emas ritel di Indonesia naik 47 persen secara tahunan menjadi 23,6 ton.

“Ini adalah salah satu kuartal terkuat yang pernah kami lihat untuk permintaan emas Indonesia,” ujar Head of Asia-Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks World Gold Council, Shaokai Fan, dalam paparan Gold Demand Trends Q1 2026, Rabu (13/5).

Menurut WGC, kenaikan tersebut mencerminkan tingginya minat investor mencari aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar global.  

Di samping itu, pembeli emas batangan dan koin terbesar, yaitu Tiongkok dan India, keduanya mencatat kinerja kuartal pertama yang sangat kuat. Permintaan di Tiongkok melonjak 67 persen (y/y) ke rekor 207 ton. Secara global, permintaan emas batangan dan koin naik 42 persen (y/y) menjadi 474 ton.

Sementara itu, pertumbuhan permintaan juga terjadi di AS dan Eropa, yang masing-masing naik 14 persen dan 50 persen.

Sejalan dengan tren permintaan emas batangan dan koin, total permintaan emas global (termasuk OTC) juga meningkat 2 persen secara tahunan menjadi 1.231 ton pada kuartal I 2026. Meski volume tumbuh moderat, nilai permintaan melonjak ke angka rekor US$193 miliar, naik 74 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pada tahun 2025, performa emas mengungguli mayoritas saham, baik saham domestik maupun global, serta obligasi dalam denominasi Rupiah. Sementara pada kuartal I 2026, emas naik 14 persen dalam Rupiah, di saat pasar saham domestik terkoreksi hingga 13 persen.

Sementara itu, Bank sentral global membeli 244 ton emas pada kuartal I 2026, naik 3 persen (yoy) dan melampaui rata-rata lima tahun terakhir. Adapun Bank Indonesia membeli 2 ton emas pada kuartal I 2026 sebagai bagian dari diversifikasi cadangan devisa.

“Volume total pembelian emas dari Bank Sentral mungkin akan lebih rendah dari tahun lalu. Hal ini dikarenakan banyak negara perlu melakukan intervensi untuk menyelamatkan nilai tukar mereka, dan alokasi anggaran untuk emas pun akan terpakai untuk keperluan tersebut,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Related Articles

See More