Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Rachmat Gobel, Eks Mendag yang Meninggal Dunia
Rachmat Gobel (wikimedia.org)
  • Rachmat Gobel, pengusaha dan Wakil Ketua DPR RI, meninggal dunia pada 10 Juli di Jakarta dan dimakamkan di Gorontalo.
  • Ia merupakan penerus Gobel Group yang memperkuat kemitraan dengan Panasonic serta memperluas bisnis ke berbagai sektor industri.
  • Selain sukses di dunia usaha, Rachmat berkarier di pemerintahan sebagai Menteri Perdagangan, Utusan Khusus Presiden untuk Jepang, dan anggota DPR dari Partai NasDem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Profil Rachmat Gobel menjadi perhatian publik setelah ia dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (10/7) pukul 03.20 WIB di Rumah Sakit Brawijaya Tebet, Jakarta.

Kabar meninggalnya pengusaha nasional sekaligus politikus senior tersebut telah dikonfirmasi oleh keluarga. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Supomo, Jakarta Selatan, sebelum dimakamkan di Gorontalo.

Profil Rachmat Gobel

Rachmat Gobel lahir di Gorontalo pada 3 September 1962. Ia merupakan putra sulung pendiri Gobel Group, Thayeb Mohammad Gobel.

Rachmat menempuh pendidikan dasar di SD Republika Mexico Pagi, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 11 Jakarta dan SMA Negeri 3 Jakarta. Setelah itu, ia meraih gelar Sarjana Perdagangan Internasional dari Chuo University, Jepang, pada 1987.

Perjalanan karier

Seusai lulus, Rachmat mengikuti program pelatihan di Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. (kini Panasonic Corporation). Ia kembali ke Indonesia pada 1989 dan meniti karier melalui berbagai posisi strategis sebelum memimpin Panasonic Gobel Group.

Karier profesionalnya dimulai dari lingkungan bisnis keluarga. Berbagai jabatan yang pernah diemban antara lain Direktur Utama PT Global International, Komisaris PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Komisaris Utama PT Panasonic Gobel Indonesia, hingga Pemegang Saham dan Komisaris Panasonic-Gobel.

Di luar dunia usaha, Rachmat juga aktif di berbagai organisasi dan lembaga nasional, seperti Komite Inovasi Nasional, Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia, APINDO, Komite Olimpiade Indonesia, dan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia.

Kepimpinan Rachmat Gobel di Gobel Group

Sepeninggal sang ayah pada 1984, Rachmat Gobel mengambil alih kepemimpinan bisnis keluarga dan meneruskan pengembangan Gobel Group.

Di bawah kepemimpinannya, perusahaan memperkuat kemitraan jangka panjang dengan Panasonic. Perusahaan juga mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada berbagai produk manufaktur.

Saat krisis moneter 1998 melanda Indonesia, Gobel Group memilih fokus pada efisiensi operasional, memperkuat bisnis inti, serta menjaga kepercayaan mitra strategis asal Jepang. Strategi tersebut membuat perusahaan mampu bertahan ketika banyak kelompok usaha besar mengalami kesulitan.

Keberhasilan itu berujung pada kesepakatan PT Gobel International dan Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. pada 2000 untuk memperpanjang kerja sama joint venture tanpa batas waktu. Hasilnya, Gobel Group bisa ekspansi ke berbagai sektor usaha, mulai dari elektronik, logistik, properti, makanan, hingga layanan kesehatan.

Sebelumnya pada 1993, Rachmat Gobel mulai memimpin Matsushita Gobel Group. Setahun kemudian, ia mendirikan PT Gobel International sebagai perusahaan induk untuk mengonsolidasikan seluruh kegiatan usaha Gobel Group.

Beberapa lini usaha Gobel Group meliputi:

  • Panasonic di sektor elektronik dan manufaktur

  • GoTRANS di bidang logistik, GDSK untuk layanan katering industri

  • Satake pada teknologi pengolahan beras

  • Vuteq di industri komponen otomotif

  • Châteraisé yang mengelola jaringan toko kue asal Jepang melalui lisensi master di Indonesia.

Selain memimpin Gobel Group, Rachmat juga pernah menjabat sebagai komisaris di sejumlah perusahaan terbuka, antara lain PT Indosat Tbk, PT SMART Tbk, dan PT Visi Media Asia Tbk.

Kiprah Rachmat Gobel di pemerintahan

Pengalaman panjang di dunia usaha mengantarkan Rachmat Gobel ke pemerintahan. Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Perdagangan pada Kabinet Kerja periode 2014–2015. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Jepang pada periode 2017–2019.

Karier politiknya berlanjut bersama Partai NasDem. Pada Pemilu 2019, Rachmat Gobel terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Gorontalo dan menjabat Wakil Ketua DPR RI periode 2019–2024. Pada Pemilu 2024, ia kembali terpilih sebagai anggota DPR hingga akhir hayatnya.

Di luar jabatan pemerintahan dan legislatif, Rachmat juga aktif di berbagai organisasi. Berikut daftar jabatannya di organisasi:

  • Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia

  • Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ)

  • Ketua Umum Federasi Asosiasi Industri Berbasis Telematika dan Elektronika

  • Mengemban berbagai posisi di organisasi olahraga, pendidikan, dan kemasyarakatan.

Demikian profil Rachmat Gobel, pengusaha yang melanjutkan estafet kepemimpinan Gobel Group sekaligus menorehkan kiprah di dunia bisnis, pemerintahan, dan politik nasional.

Melalui berbagai peran yang diembannya semasa hidup, ia dikenal sebagai tokoh yang berkontribusi dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang.

FAQ seputar profil Rachmat Gobel

Siapa Rachmat Gobel?

Rachmat Gobel adalah pengusaha, politikus, dan penerus Gobel Group yang meninggal dunia pada 10 Juli 2026.

Kapan Rachmat Gobel menjabat sebagai Menteri Perdagangan?

Ia menjabat Menteri Perdagangan RI pada periode 2014–2015.

Apa hubungan Rachmat Gobel dengan Panasonic?

Ia memimpin Gobel Group yang memiliki kemitraan strategis dengan Panasonic di Indonesia.

Apa gelar kehormatan yang diterima Rachmat Gobel dari masyarakat Gorontalo?

Ia menerima gelar "Ti Bulilango Hunggia" yang berarti "Pemberi Cahaya Negeri".

Editorial Team

Related Article