Ketegangan AS-Venezuela Tidak Berdampak Besar Terhadap RI

- Purnomo Yusgiantoro Center menyatakan ketegangan AS-Venezuela tidak berdampak signifikan terhadap pasokan minyak Indonesia karena kontribusi cadangan minyak Venezuela hanya sekitar 1 persen dari total cadangan global.
- Indonesia relatif terbiasa menghadapi dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan China. Pada awal 2025, Indonesia juga telah menghadapi tekanan melalui kebijakan tarif, yang kemudian berhasil dinegosiasikan dari 23 persen menjadi 19 persen.
- Dewan Energi Nasional (DEN) menyatakan indeks ketahanan energi Indonesia saat ini berada di level tujuh, yang artinya masuk dalam kategori tahan. DEN optimistis menargetkan inde
Jakarta, FORTUNE - Organisasi nirlaba independen di sektor energi, Purnomo Yusgiantoro Center menilai ketegangan geopolitik antara Venezuela dan Amerika Serikat tidak berdampak signifikan terhadap pasokan minyak Indonesia.
Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center, Filda C. Yusgiantoro, mengatakan hal itu dikarenakan kontribusi cadangan minyak Venezuela hanya sekitar 1 persen dari total cadangan global.
"Yang menjadi perhatian justru perang di Iran, itu memberikan dampak yang agak signifikan pada sektor energi di Indonesia," ujar Filda usai acara Kaleidoskop Energi oleh The Purnomo Yusgiantoro Center di Jakarta, Selasa (13/1).
Menurut pandangannya, Indonesia relatif terbiasa menghadapi dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina. Pada awal 2025, Indonesia juga telah menghadapi tekanan melalui kebijakan tarif, yang kemudian berhasil dinegosiasikan dari 23 persen menjadi 19 persen.
Di sisi lain, Filda mengutip Dewan Energi Nasional (DEN) yang mengatakan indeks ketahanan energi Indonesia saat ini berada di level tujuh, yang artinya masuk dalam kategori tahan. DEN juga optimistis menargetkan indeks tersebut meningkat menjadi level delapan atau sangat tahan dalam lima tahun ke depan.
Untuk mewujudkan ketahanan energi, Purnomo Yusgiantoro Center mendorong pengembangan energi yang inklusif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Lembaga tersebut juga aktif menggelar diskusi kelompok terfokus (FGD) guna menghimpun masukan dari pemerintah, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, hingga publik.
"Kemudian kita rangkum di dalam satu kajian dan kami memberikan kepada pemerintah (5:28) ataupun melakukan suatu forum itu untuk disosialisasikan Agar didengarkan juga oleh segala pihak," ujarnya.
Ketegangan AS dan Venezuela bermula dari Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan udara ke Caracas, ibu kota Venezuela. Tak lama setelah operasi tersebut, Trump mengumumkan pasukan khusus AS telah menangkap Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Beberapa pihak menduga, aksi itu dilakukan karena Trump ingin mengambil alih cadangan minyak besar Venezuela dan merekrut perusahaan-perusahaan AS untuk berinvestasi miliaran dolar guna memperbarui industri minyak negara yang hancur.


















