Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Purbaya: Anggaran MBG Bisa Ditekan di Bawah Rp200 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dok Fortune Indonesia
  • Purbaya Yudhi Sadewa menilai anggaran MBG dapat dibuat lebih efisien hingga di bawah Rp200 triliun.
  • BGN melaporkan penyerapan Rp117 triliun per 27 Agustus 2026 dan menyiapkan aktivasi dapur secara bertahap.
  • Kementerian Keuangan ikut mengawasi MBG, sementara anggarannya wajib dipisahkan dari pendidikan paling lambat 2028.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah anggaran MBG ditekan di bawah Rp200 triliun?
Vote Now
awal 2026

Anggaran program MBG mencapai sekitar Rp330 triliun, lalu ditekan menjadi sekitar Rp260 triliun dan kembali menjadi sekitar Rp240 triliun.

pada 2026

Pagu awal MBG sebesar Rp268 triliun diefisienkan menjadi Rp229 triliun. Perluasan MBG diupayakan tidak membutuhkan tambahan anggaran.

per 27 Agustus 2026

BGN melaporkan realisasi anggaran MBG yang sudah diserap sebesar Rp117 triliun atau 56 persen dari total anggaran.

mulai September 2026

Sekitar 2.700 dapur yang telah siap direncanakan diaktivasi secara bertahap.

Kamis (3/9)

Purbaya menyatakan anggaran MBG dapat dibuat lebih efisien hingga di bawah Rp200 triliun.

pada 2027

Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp240 triliun untuk MBG.

tahun 2028

Anggaran MBG wajib dipisahkan dari alokasi anggaran pendidikan dalam APBN paling lambat pada tahun 2028.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah anggaran MBG ditekan di bawah Rp200 triliun?
Vote Now
  • What?
    Anggaran program Makan Bergizi Gratis dinilai dapat ditekan hingga di bawah Rp200 triliun melalui efisiensi.
  • Who?
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Badan Gizi Nasional, dan Kepala BGN Sudaryono terlibat dalam pembahasan dan pelaksanaan MBG.
  • Where?
    Pernyataan Purbaya disampaikan di acara Sarasehan 100 Ekonom di Jakarta. Pengawasan dilakukan pada SPPG di daerah.
  • When?
    Purbaya menyampaikan penilaian itu pada Kamis (3/9). Anggaran sekitar Rp240 triliun dialokasikan untuk MBG pada 2027.
  • Why?
    Anggaran dinilai masih dapat ditekan melalui efisiensi pelaksanaan program dan pemakaian teknologi.
  • How?
    Kementerian Keuangan mengawasi SPPG secara bergilir, sementara BGN memaksimalkan anggaran tersedia dan mengaktifkan dapur sesuai kesiapan serta kebutuhan wilayah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah anggaran MBG ditekan di bawah Rp200 triliun?
Vote Now

Pak Purbaya bilang uang untuk program Makan Bergizi Gratis bisa dipakai lebih hemat, sampai di bawah Rp200 triliun. BGN juga punya dapur yang akan dibuka bertahap untuk program ini. Kementerian Keuangan ikut melihat penggunaan uangnya. Nantinya, uang MBG juga dipisahkan dari uang pendidikan pada 2028.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah anggaran MBG ditekan di bawah Rp200 triliun?
Vote Now

Upaya efisiensi anggaran MBG disertai pengawasan Kementerian Keuangan terhadap SPPG di daerah. BGN juga menyiapkan aktivasi dapur secara bertahap dengan prioritas wilayah 3T, pondok pesantren, dan daerah di luar Jawa yang masih memerlukan tambahan layanan. Pelaksanaan program diarahkan menggunakan anggaran yang telah tersedia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah anggaran MBG ditekan di bawah Rp200 triliun?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat ditekan hingga di bawah Rp200 triliun. 

Menurut Purbaya, pemerintah sebelumnya telah melakukan sejumlah efisiensi terhadap anggaran MBG. Pada awal 2026, anggaran program tersebut mencapai sekitar Rp330 triliun. Angka itu kemudian ditekan menjadi sekitar Rp260 triliun dan kembali menjadi sekitar Rp240 triliun.

“Saya bicara dengan kepala BGN yang baru, sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp200 triliun,” ujarnya di acara Sarasehan 100 Ekonom di Jakarta, Kamis (3/9).

Purbaya mengatakan pemerintah saat ini mengalokasikan sekitar Rp240 triliun untuk MBG pada 2027. Namun, angka tersebut menurutnya masih dapat ditekan melalui efisiensi dalam pelaksanaan program.

Hal tersebut telah menjadi pembahasan ketika bertemu dengan Kepala BGN, Sudaryono.

“Dan tahun depan juga dianggarkan Rp240 triliun, tapi saya yakin bisa ditekan ke bawah dengan efisiensinya dan pemakaian teknologi,” kata Purbaya.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah diserap sebesar Rp117 triliun atau sebesar 56 persen dari total anggaran per 27 Agustus 2026.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan bahwa dari pagu awal sebesar Rp268 triliun pada 2026, anggaran tersebut diefisienkan menjadi Rp229 triliun. Di saat yang bersamaan, Sudaryono mengatakan pihaknya mencatat sekitar 2.700 dapur yang telah siap untuk diaktivasi secara bertahap mulai September 2026.

Pembukaan dapur akan diprioritaskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain itu, BGN akan membuka dapur di pondok pesantren serta daerah-daerah di luar Jawa yang secara kebutuhan masih memerlukan tambahan layanan MBG.

Sudaryono menjelaskan terdapat sekitar 13.000 dapur yang saat ini masuk dalam antrean. Namun, tidak seluruh dapur tersebut akan langsung diaktifkan karena BGN masih melakukan penyisiran terhadap kesiapan masing-masing lokasi. "Mana-mana yang sudah siap itu akan kami aktivasi sesuai dengan kebutuhan yang ada di wilayah itu," katanya.

Menurutnya, perluasan MBG pada 2026 diupayakan tidak membutuhkan tambahan anggaran. BGN akan memaksimalkan anggaran yang telah tersedia untuk menjangkau sekolah-sekolah yang hingga kini belum memperoleh program tersebut.

Kemenkeu Ikut Awasi MBG

Pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG. Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan turut mengawasi program tersebut untuk memastikan anggaran yang digunakan berjalan secara efisien.

Pengawasan dilakukan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah secara bergilir. Langkah tersebut diharapkan dapat memperbaiki kinerja pelaksanaan MBG sekaligus memastikan efisiensi program terus meningkat.

“Sekarang juga untuk memastikan program itu berjalan efisiensi, Kementerian Keuangan juga ikut mengawasi,” kata dia.

Anggaran MBG Dipisah dari Anggaran Pendidikan

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib dipisahkan dari alokasi anggaran pendidikan dalam APBN paling lambat pada tahun 2028.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa realokasi anggaran MBG baru dapat diterapkan pada 2028 karena proses penyusunan APBN 2027 telah berjalan ketika putusan MK terkait program tersebut diumumkan.

Sampaikan pilihanmu soal anggaran MBG

Perlukah anggaran MBG ditekan di bawah Rp200 triliun?

See More
Ya, melalui efisiensi
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak, tetap sekitar Rp240 triliun

Curated For You

Editorial Team

Related Article